Nunun, Nazarudin, Ruhut, Mereka Orang Hebat - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 04 Maret 2014

Nunun, Nazarudin, Ruhut, Mereka Orang Hebat

foto : latahzan.tv
Sering kali setelah meninggalkan rumah untuk pergi kerja kelupaan sesuatu yang saya perlukan. Ada-ada saja benda kecil yang kelupaan membawanya; notes, pulpen, korek api, rokok, kamera, bahkan dompet. Dan ini terjadi pada saya bukan karena saya mengidap penyakit lupa atau amnesia seperti kebanyakan para koruptor di negeri ini.

Saya heran terhadap Nunun Nurbaeti. Dia pasti manusia yang hebat sekali, meski mengidap penyakit lupa, tapi ia bisa pelesiran ke luar negeri. Sampai sekarang Nunun tak pulang-pulang seperti syair sebuah lagu dangdut “Bang Toyib”, yang nggak pulang-pulang. Tidak pulangnya Nunun ke tanah air tempat ia dia dilahirkan, kemungkinan adalah bagian dari penyakit lupanya juga (?)

foto : jpnn.com
Satu lagi, si Nazarudin. Kemungkinan ia pun terjangkit penyakit lupa pulang ke tanah airnya. Tapi hebatnya si Nazarudin ini, meski ia tak diketahui keberadaannya oleh orang-orang dekatnya, ia masih sempat-sempatnya menyebar pesan kemana-mana. Dan celakanya lagi mereka yang menerima pesan-pesan dari Nazarudin bisa percaya tanpa sempat berpikir apakah pesan-pesan itu benar-benar dari Nazarudin.

Yang lainnya lagi, Ruhut Sitompul. Si pemeran Raja Minyak Dari Medan pada sebuah sinetron ini, agaknya ia pun mengidap penyakit lupa pula. Ia lupa kalau memiliki istri dan anak, sehingga ia menikahi wanita lain. Si Ruhut lupa pernah nikah di sebuah gereja yang kemudian dilanjutkan ke Kantor Catatan Sipil. Ia lupa terhadap ikrar pernikahannya dengan Anna Rudhiantiana Legawati.

foto : tokohtokoh.com
Mereka itu orang-orang yang hebat. Kehebatan mereka adalah sanggup melupakan penderitaan orang lain atas perbuatan yang telah mereka lakukan. Tapi saya kira kita semua rakyat Indonesia pun tak kalah hebatnya dari mereka. Kita juga selalu lupa, lupa, dan kembali lupa terhadap banyak hal yang terjadi di negeri ini. Kebayakan kita sudah melupakan kasus Bank Century, kita juga kebanyakan lupa dengan kasus Gayus Tambunan, besok-besok kita juga pasti dengan cepat melupakan Nunun, Nazarudin dan Ruhut. Ah, kita semua memang bangsa pelupa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.