Anas Jadi Calo Tiket, Tak Bakal Digantung - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 25 Maret 2014

Anas Jadi Calo Tiket, Tak Bakal Digantung

Kemaren aku barusan ketemu Anas. Dia agak gemuk sekarang setelah beberapa tahun kami tak pernah bersua karena kepindahanku ke kota lain.

Aku dan Anas banyak bercerita tentang masa-masa lalu yang pernah kami lalui bersama, istilahnya bernostalgia.
Tak sedikitpun wajah Anas menampakkan perasaan tertekan. Perasaan galau saja tak menghinggapi Anas, begitu pengakuannya.


Anas yang selalu bicara pelan dengan intonasi yang datar, tak terburu-buru, terasa nyaman kuping ini mendengar ia bicara.
Pembawaan Anas selalu tenang meski ia sedang mengalami dan menghadapi masalah pelik. Itulah yang sangat kusuka dari Anas, yang tak bisa aku lakukan pada diriku sendiri.


“Kamu agak gemuk sekarang, tambah makmur,” tegurku.
“Yah beginilah, namanya juga usaha, lakukan saja sebisa mungkin,” jawab Anas diplomatis.
“Tak pernah khawatir dengan pekerjaan yang dari dulu sampai sekarang tak pernah berubah, padahal sangat berisiko ?” tanyaku.
“Sudah biasa, dan aku sudah menyatu dengan pekerjaan ini,” jawabnya.


Begitulah Anas. Ia tetap tenang, padahal di seantero negeri ini orang-orang sedang ramai membicarakan Anas.
Anas yang kubicarakan ini kebetulan sama nama tapi nasib beda. Anas temanku ini tak pernah takut dan tak akan digantung di Monas, karena ia cuma bekerja sebagai calo tiket di terminal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.