Penjual Bubur Itu Ternyata Jualan Shabu - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 11 Maret 2014

Penjual Bubur Itu Ternyata Jualan Shabu

“Kebodohan itu mendekati kekufuran.”
Kalimat inilah yang pernah aku dengar dari guru agama ketika menjadi salah seorang santri di madratsah yang dikelola Muhammadiyah pada awal tahun 1970-an.


Kalimat tersebut kemungkinan besar ada benarnya. Namun yang kutemukan adalah, kebodohan itu bisa membawa seseorang ke penjara. Ini baru penjara di dunia, tak menutup kemungkinan akan pula membawanya ke penjara akhirat atau neraka.

Ini kejadian nyata yang kutemukan di daerahku. Kami sekeluarga sangat kaget ketika mendengar sebuat saja Mbok Saridah, wanita setengah baya yang berasal dari pulau garam itu tertangkap karena berjualan psikotropika jenis shabu. Padahal Mbok Saridah ini hampir setiap hari lewat depan rumah kami menjajakan bubur gunting (terbuat dari bahan sagu), sekali-sekali kami pun memanggilnya untuk menikmati bubur buatannya itu.

Betapa tidak kaget, wanita lugu itu sudah sangat kami kenal, dan suatu kali ia mengaku tak bisa baca tulis huruf latin alias buta huruf.

Ternyata setelah kami usut melalui seorang putrinya, Mbok Saridah tersebut telah diperalat oleh suami keduanya yang selain pengguna, juga pengedar shabu. Masya Allah, betapa geramnya aku setelah mendengar penuturan putri Mbok Saridah itu.

Menurut putrinya, Mbok Saridah setelah bercerai dengan suami pertamanya, menikah dengan seorang pria pengangguran. Dari hasil usahanya bertahun-tahun berjualan segala macam termasuk berjualan bubur keliling, ternyata Mbok Saridah ini memiliki cukup banyak tabungan. Dari uang tabungannya Mbok Saridah membelikan suami keduanya itu 1 unit mobil second hand untuk keperluan suaminya mencari nafkah, kebetulan suaminya itu pernah bekerja sebagai supir angkot.

Jadilah kemudian suami Mbok Saridah bekerja mengantar penumpang setiap harinya pulang pergi ke Banjarmasin, terkadang ke Balikpapan maupun Samarinda.
Namun dasar pria buaya, suami Mbok Saridah itu setelah memegang mobil dari usaha istrinya, malahan jarang pulang, dan mengaku selalu tak mendapatkan uang banyak. Dan malahan pula ia meminta intrinya yang buta huruf itu untuk menjualkan shabu paketan yang ia katakan ke istrinya sebagai obat kuat.


Setalah sekian bulan Mbok Saridah aman menjual “obat kuatnya”, akhirnya ia diciduk oleh pihak kepolisian atas laporan salah seorang pelanggan buburnya yang mengetahui kalau si Mbok jualan shabu.
Kabar terakhir yang kami dengar dari putrinya, Mbok Saridah divonis selama 6 tahun atas perbuatannya. Dari pertama kali ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian, tak sekalipun suaminya menengoknya di tahanan. Ketika putri Mbok Saridah meminta mobil milik ibunya, si suami tak mau mengembalikan dengan berbagai alasan, hingga akhirnya terdenngar kabar kalau si suami menikah lagi dengan perempuan lain yang lebih muda. Kasian sekali Mbok Saridah, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga dan tertimbun tanah pula. Beginilah nasib seorang buta huruf yang bodoh pula, ia ibarat seekor keledai yang meski membawa ratusan kitab di punggungnya tapi tak pernah mengerti apa yang sedang dibawanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.