Ungkapan atau Idiom Bahasa Banjar (II) - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Jumat, 14 Maret 2014

Ungkapan atau Idiom Bahasa Banjar (II)

Saya kembali melanjutkan tulisan mengenai ungkapan atau idiom dalam bahasa Banjar (Kalimantan). Selain maksud saya untuk lebih memperkenalkan salah satu Bahasa yang banyak digunakan di pulau Kalimantan ini, juga mengingatkan kembali terhadap para penutur bahasa Banjar, baik yang berada di tanah kelahiran, maupun yang berada di luar, di perantauan, serta yang masih memiliki keterkaitan dengan etnis Banjar.

Diantara ungkapan atau idiom yang saya kemukakan ini mungkin saja sudah jarang terdengar, namun tetap masih digunakan dalam percakapan dengan tujuan untuk memperhalus perkataan dalam bertutur. Semoga bermanfaat.

-BALIUR DUA; arti harfiahnya adalah memiliki liur dua. Ungkapan ini ditujukan terhadap seorang perempuan yang sedang mengidam.

-MUHA KAYA DITAPAS; maksudnya mendapat malu yang sangat. Arti harfiahnya; muka seperti dicuci.

-MANCARI SULUH TASIPAK HANDAYANG; maksudnya masih memperoleh keberuntungan. Arti harfiahnya; mencari obor ketemu pelepah kelapa.

-BAGANDANG NYIRU; ungkapan yang ditujukan terhadap seseorang yang sangat sulit dicari keberadaannya. Bagandang nyiru artinya adalah menabuh tempat penampi beras.

-MUHA KAYA TAMPUYAK; menggambarkan seseorang yang bermuka atau berwajah selalu tak sedap dipandang. Muha (muka, wajah), kaya (seperti, bagaikan, laksana), tampuyak (daging durian yang disimpan lama sehingga mengalami proses permentasi, rasanya sangat asam).

NANGKAYA TIWADAK DIHANTAK; arti harfiahnya adalah; seperti buah cempedak yang dihempaskan. Adapun maksud sebenarnya untuk menggambarkan bentuk atau postur seseorang yang jelek.

-KAGUGURAN INDARU; ungkapan ini menggambarkan seseorang yang memperoleh rejeki besar, rejeki nomplok yang tak terduga-duga. Kaguguran (kejatuhan), indaru (sesuatu atau benda yang jath dari langit).

-MAMILANDUK; asal katanya adalah “pilanduk”, sebutan untuk hewan Pelanduk, Kancil. “Mamilanduk”, berarti bersikap seperti seekor plenduk atau kancil yang dikenal dalam cerita fabel, hewan yang sangat cerdik. Jadi makdus ungkapan tersebut menggambarkan seseorang yang sangat cerdik laksana seekor pelanduk atau kancil.

-MAMBUANG SAPATU DAPAT CAPAL; maksudnya suatu tindakan yang sangat merugikan yang dilakukan oleh seseorang. Arti harfiahnya adalah; membuang sepatu memperoleh sandal jepit.

Nah, saya kira untuk kali ini cukup dulu sampai disini, lain kesempatan akan saya sambung lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.