Andai Ada Sorga di Pesawat Terbang - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 02 April 2014

Andai Ada Sorga di Pesawat Terbang


“Disini boleh merokok tidak ?” tanyaku kepada pelayan kantin di ruang tunggu Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru Kalsel.
“Tidak boleh, pak. Kalau mau merokok disana tersedia ruang untuk merokok,” tunjuknya sambil meletakkan segelas kopi hitam pesananku di meja.
Padahal maksudku tadinya mau santai menunggu keberangkatan pesawat sambil minum kopi hangat dan merokok, nikmat sangat, namun keinginan tersebut buyar.


Aku terpaksa menghabiskan kopi hangat tanpa isapan rokok, kurang nikmat. Sudah kebiasaanku menikmati kopi hitam dengan rokok. Aku pun cepat-cepat menghabiskan minuman kopiku agar bisa segera ke ruangan bebas merokok untuk merokok disana beberapa batang sambil menanti keberangkatan pesawat. Lumayan lama menunggu keberangkatan pesawat yang akan membawaku ke Batulicin Tanah Bumbu, masih lebih dari satu jam.

Kupikir paling-paling cuma ada beberapa orang perokok yang berada didalam ruangan bebas merokok. Ternyata, alamak…..kursi yang berada di ruangan tersebut penuh, bahkan ada yang berdiri sambil merokok. Di ruangan berukuran sekitar enam kali delapan meter itu terdapat belasan perokok (termasuk aku tentunya) dengan nikmatnya mengisap dan mengepulkan asap. Dua asbak besar yang berada di ruangan itu pun penuh dengan puntung dan kotak rokok, mungkin belum sempat dibersihkan oleh petugas cleaning service sejak pagi tadi.

Para perokok yang tiba waktunya berangkat, keluar dari ruangan, namun digantikan oleh kedatangan para perokok lainnya. Ruangan pun menjadi tidak kosong karena perokok keluar dan masuk secara bergantian. Aku membathin; andai saja didalam pesawat diperbolehkan merokok, atau disediakan ruangan khusus untuk merokok, tak pelak lagi ruangan khusus itu merupakan sorga tersendiri bagi para perokok.

Urusan merokok bagi para pecandu (termasuk saya) tidak lagi menjadi kebutuhan setelah primer dan sekunder, bahkan tak sedikit dari mereka yang justru mengalahkan kebutuhan lainnya, kebutuhan primer sekalipun. Kebiasaan merokok ini sangat sulit dihentikan, bukan orang sembarangan yang bisa berhenti merokok, perlu semangat dan kemauan ekstra keras untuk bisa berhenti dari merokok. Hanya saja yang perlu jadi perhatian adalah; merokok di tempat yang semestinya yang tidak mengganggu orang lain yang bukan perokok. Peringatan apalagi cuma imbauan, tak mampu membuat para perokok untuk menghentikan kebiasaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.