Makan Gaguduh Batilanjang di Sanggar - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 12 Mei 2019

Makan Gaguduh Batilanjang di Sanggar

Sanggar.

Kalau kebanyakan orang pengguna Bahasa Indonesia kalau mendengar kata Sanggar ini pastilah yang terbayang di benak dan pikirannya adalah suatu tempat dimana terdapat banyak pelukis dengan berbagai lukisannya, para penari yang sedang berlenggang lenggok, pokoknya hal yang bernuansa seni.

Tapi berbeda dengan mayoritas rakyat di Propinsi Kalsel utamanya suku Banjar, dipastikan yang terbayang adalah sejenis makanan atau penganan yang umumnya berbahan baku pisang yang dibalut tepung lalu digoreng. Penganan apaan itu ? Pisang goreng.

Sanggar adalah pisang goreng, entah dari mana dan dicomot dari mana kata tersebut, mungkin saja merupakan singkatan atau akronim dari pisang garing, namun dirasakan kurang tepat, mestinya Sanggur; pisang guring. Lho kok pisang guring sih ? Ini kan artinya jadi pisang tidur, hehehe.......

Betul, kata 'guring' dalam bahasa Banjar berarti tidur. Namun bisa berarti pula kata 'guring' maksudnya 'goreng' dalam bahasa Indonesia, karena kebanyakan orang dari suku Banjar terutama yang bermukim di kawasan Banua Anam tak biasa melafalkan vokal O tapi diganti U, yang untuk membedakan keduanya biasa adalah U bulat untuk vokal O dan U pecah untuk U, baru tahu kan.......? Cieee......Tapi siapa bilang orang Banjar tak bisa menyebut vokal O, jawabnya adalah buhung.........hahaha......

Sudahlah kita lupakan soal urusan vokal. Kita kembali ke soal sanggar saja karena ini menyangkut kampung tengah alias perut, apalagi kalau dihubungkan dengan puasa.

Perkara sanggar ini banyak macamnya. Ternyata bukan cuma pisang yang dapat dibikin sanggar, bisa juga gumbili kayu (singkong, ubi, telo) dan sejenisnya, bisa pula tiwadak (cempedak), dan lainnya asalkan jangan sanggar capal, sanggar ponsel, dan sanggar yang bahannya aneh, hehehe......

Ada sanggar yang beda sendiri diantara semua jenis sanggar yang umumnya dibalut tepung, yakni sanggar batilanjang alias sanggar bugil karena tak dibalut tepung. Sanggar ini tentu seksi karena tanpa pembalut sehingga langsung tampak kulitnya, yang penting asal jangan yang bikin sanggar saja yang bugil malah bisa ditunggui dan dipelototi pembelinya, hehehe.......

Tapi apakah sanggar batilanjang ini memang semua menyebutnya demikian ? Tentu tidak. Di kawasan Banua Anam orang dari suku Banjar menyebut sanggar ini dengan kata 'gaguduh', jadi kalau disana sebutannya gaguduh batilanjang, hiks...hiks....hiks.....
Ayo siapa yang ingin coba ? Bikin saja sendiri mudah kok. (ISP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.