BBM; Bakal Bisa Mati Bi Bi Madura - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 30 Maret 2014

BBM; Bakal Bisa Mati Bi Bi Madura

Akhirnya yang ditunggu tiba juga. Seperti menunggu seorang bayi yang akan lahir setelah bayi-bayi terdahulu lahir. Setelah lahir, pun dibesarkan dan dipelihara. Menunggu siapa ? Bukan siapa-siapa, tapi apa; kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Seperti bisul yang sudah terlanjur besar dan busung. Biar diobati dan dielus-elus, tetap juga meletus mengeluarkan nanah campur darah. Itulah gambaran tentang kenaikan BBM.

BBM, dia bukan Bi Bi Madura, kenalanku yang berasal dari pulau garam, yang kerjaannya jadi tukang pijat sambil “nyambi” beli ponsel seken (second hand) dari siapa saja yang perlu dana cepat.

BBM, ia Blackberry Messenger yang cuma dimiliki oleh smart phone besutan salah satu negara di benua Amrik sana, yang konon isinya tak bisa disadap.

BBM boleh jadi seperti pikiran banyak orang yang kacau balau; Bakal Banyak Melarat; harga-harga naik pendapatan minim. Bakal Banyak Merana; pendapatan tak cukup lagi dengan pengeluaran. Bakal Banyak Marah; sudah jelas marah, karena yang tadinya dianggap murah jadi serba mahal. Bakal Banyak Merugi; mesti tambah biaya lagi. Bakal Banyak Musuh; bagi yang dianggap pegang kebijakan publik. Bakal Banyak Maling; untuk bisa hidup survive dengan kondisi serba sulit. Bakal Banyak Masukan; bagi mereka yang bisa memanfaatkan situasi. Bakal Banyak Murka; sudah terbukti oleh unjuk rasa para mahasiswa di berbagai kota. Bakal Banyak Miskin; pendapatan tak meningkat pengeluaran justru bertambah. Bakal Banyak Makan; bukan makan hidangan tapi makan hati berulam jantung. Bakal Banyak Minum; santapan minim yang gratisan cuma air putih. Bakal Banyak Mangkrak; bisa jadi proyek, bisa pula kegiatan. Bakal Banyak Menganggur; masih dicari kaitannya antara kenaikan harga BBM dengan menganggur, dan Bakal Banyak lainnya asalkan diakhiri abjad M.

BBM bisa jadi pula; Bisa Bisa Mati, Bisa Bisa Miskin, Bisa Bisa Melarat, Bisa Bisa Mampus, Bisa Bisa Mujur, Bisa Bisa Mungkin, Bisa Bisa Mu lah…….

BBM; Bakal Bisa Menular, Bakal Bisa Mimpi, Bakal Bisa Maju, Bakal Bisa Mundur, Bakal Bisa Muncul, Bakal Bisa Mantap, Bakal Bisa Menipu, Bakal Bisa apa saja terserah mau apa.

BBM; Boleh Boleh Mimpi, Boleh Boleh Melek, Boleh Boleh Marah, Boleh Boleh Murka, Boleh Boleh Mendemo, Boleh Boleh Membakar (bakar ban bekas), Boleh Boleh Menyumpah (sumpahi para elit politik yang tak pro rakyat), Boleh Boleh Meradang (sabar saja, tahan emosi), Boleh Boleh Menangis (tapi jangan lebay), Boleh Boleh Minggat (ingat bayar utang dulu), Boleh Boleh Menikah (bagi yang masih lajang), Boleh Boleh Mencuri (asal jangan subsidi BBM), Boleh Boleh Merampok (jangan, apalagi uang negara), Boleh Boleh M asalkan akronimnya tetap BBM.

BBM; Bisa Bisanya Manusia, Bisa Bisanya Majelis (kumpulan orang banyak pemegang kebijakan), Bisa Bisanya Mahasiswa (yang demo tolak harga BBM naik), Bisa Bisanya Menolak (pasti punya alasan kuat), Bisa Bisanya Menerima (pasti punya alasan kuat pula), Bisa Bisanya Mundur (karena tak kuat maju), Bisa Bisanya Maju (karena masih banyak stok BBM, gampang injak gas), Bisa Bisanya Menteri (pasti ada kaitannya dengan para Menteri terutama Menteri ESDM), Bisa Bisanya Mbahmu saja……..

BBM; Banyak Banyak Mohon (berdoa agar tiba-tiba harga minyak jadi sangat murah meriah), Banyak Banyak Mikir (pikirkan cara supaya dapur tetap bisa mengepulkan asap), Banyak Banyak Menabung (menabung untuk bisa beli BBM dalam jumlah banyak, siapa tahu besok-besok BBM harganya naik lagi), Banyak Banyak Menghemat (berhemat apa saja; kurangi makan, minum, mandi, mabuk, main perempuan, judi, madat, yang berakibat mengeluarkan dana), Banyak Banyak Merenung (renungkan dosa dan kesalahan apa yang menimpa diri dan negeri yang kaya ini), Banyak Banyak Minta (mintanya kepada yang mau memberi; minta apa saja sesuai keinginan), Banyak Banyak Minta maaf ya kepada para pembaca jika kali ini tulisan saya agak kacau karena pengaruh dan dampak kenaikan harga BBM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.