Kembalikan Pesta Laut Kami - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 08 Maret 2014

Kembalikan Pesta Laut Kami

Ribuan manusia tak henti berdatangan ke Pagatan, sebuah kota kecamatan yang terletak persis di bibir laut jawa, di bagian tenggara pulau kalimantan.

Sejak menjelang 3 minus H, warga dengan berbagai kendaraan bermotor terus berdatangan seolah iringan gelombang laut, memadati pantai Pagatan. Para pengunjung datang dari berbagai daerah di wilayah Kalimantan Selatan, bahkan dari luar daerah.
Kedatangan mereka untuk menyaksikan pesta laut yang digelar setiap tahun oleh para nelayan dari etnis Bugis yang telah menghuni wilayah pesisir pantai Pagatan sejak retusan tahun lalu. Acara yang berbau ritual mistis ini digelar tiap tahun pada bulan April.

Sebetulnya prosesi acara hanya dilakukan satu hari, yang disebut puncak pesta laut atau dikenal dengan sebutan ‘mappanretasi’, yang mana berbagai sesaji dipersembahkan ke tengah laut dengan dipimpin oleh seorang ’sanro’ semacam dukun.
Yang membuat acara ini ramai dikunjungi adalah, adanya berbagai hiburan seni, dari kesenian tradisional berbagai etnis hingga kesenian kontemporer seperti dangdut maupun jenis musik lainnya, serta wahana permainan untuk anak-anak.
Disamping itu di tepi pantai yang cukup panjang ini, terdapat dan dipadati oleh pedagang dan warung dadakan.
Berbagai macam dagangan dari makanan, minuman, mainan anak-anak, pakaian, serta kebutuhan lainnya dijual di areal pesta laut ini.

Yang juga menjadi perhatian para pengunjung, adanya para warga yang mendirikan tenda-tenda dengan memasang peralatan sound system. Masing-masing tenda ini membunyikan musik yang keras yang diiringi oleh mereka yang berminat menari. Dan sudah tentu sebagian besar diantara mereka yang menari itu sudah ‘memakai’ baik minuman keras maupun psikotropika. Hal ini bisa didengar dari lagu-lagu yang mereka putar, house music, serta gerakan menari mereka yang ngawur dan aneh.

Tahun 2012 ini pesta laut digelar dari tanggal 9 hingga 29 April.
Lalulintas dari dan arah Pagatan macet luar biasa. Ini disebabkan selain banyaknya kendaraan bermotor, juga badan jalan yang sempit.
Beberapa penginapan dan hotel di Pagatan sejak beberapa hari menjelang acara puncak, sudah full book alias penuh pesanan. Selanjutnya ada pula yang menginap di penginapan atau hotel di Batulicin atau Simpang Empat, karena jarak dari kedua kota itu ke Pagatan sekitar 25 kilometer, jika tidak macet dapat ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit. Ada pula para pengunjung yang tidur di pantai, didalam mobil, atau di rumah famili maupun kenalan mereka.

Seingat penulis yang lama menetap di Pagatan, pesta laut ini mulai ramai dikunjungi sejak pertengahan tahun 1980-an, yang mana kegiatan pelaksanaannya dilakukan oleh Pemkab setempat. Sebelumnya acara pesta laut hanya dikunjungi dan ditonton oleh warga setempat yang berada di lingkungan pantai. Dan acara ritual berbau mistis ini kemudian dimasukkan ke kalender wisata nasional.
Jika diamati dari tahun ke tahun pelaksanaan pesta laut, semakin kurang gregetnya; menjadi semacam ajang pamer kesenangan dan hiburan. Dan juga seolah menjadi ajang pamer otomotif (jika tak ingin disebut pamer kekayaan), ini terlihat dengan banyaknya mobil terbaru dari berbagai jenis yang masuk dan parkir berjejer di tepi pantai. Makna pesta laut sebagai ungkapan rasa syukur terhadap rejeki yang telah diberikan Tuhan selama setahun penuh, pelan tapi pasti telah tergerus oleh hedonisme para pengunjungnya. Selamat datang di pesta laut pantai Pagatan 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.