Murid Melapor, Guru Ditonjok - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 26 Maret 2014

Murid Melapor, Guru Ditonjok

Apa jadinya jika orangtua wali murid asal terima dan telan saja laporan dari anaknya tanpa konfirmasi terlebih dahulu ke pihak sekolah atau guru yang bersangkutan ?

Akibatnya adalah seperti yang dialami oleh sebut saja Ferdy, seorang guru pengajar Bahasa Inggris di SMUN 1 Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel. Tengkuknya ditonjok oleh salah seorang orangtua wali murid.

Menurut pengakuan Ferdy, beberapa hari lalu seorang murid kehilangan uang sebesar Rp 150 ribu yang disimpan di lipatan buku dalam tas pada kelas yang diajarnya. Untuk mengetahui siapa yang telah mengambil uang tersebut, Ferdy mengambil inisiatif melakukan penggeledahan terhadap seluruh murid.

Nah, salah seorang murid rupanya tak terima atas perlakuan penggeledahan itu, melaporkannya kepada orangtuanya. Namun laporan murid ke orangtuanya itu berlebihan. Murid pria itu menceritakan dirinya selain digeledah juga ditelanjangi oleh gurunya.
Adapun orangtua murid setelah mendengar laporan anaknya, mendatangi sekolah, mencari guru yang bersangkutan, tanpa konfirmasi langsung melakukan pemukulan.


Atas kejadian tersebut, Ferdy merasa tak terima, ia melaporkan perlakuan orangtua wali murid itu ke Polsek setempat.

Jika menyimak masalah tersebut ada beberapa poin yang perlu dicermati yakni; arogansi orangtua wali murid, dan murid yang mengadu berlebihan ke orangruanya.

Tragis memang, sosok seorang guru kini tak lagi memiliki wibawa kuat baik terhadap muridnya, apalagi kepada orangtua wali murid.
Para orangtua wali murid yang berasal dari kalangan terpandang dan berduit, tak jarang memandang rendah profesi guru, sehingga bisa seenaknya memperlakukannya. Padahal sebagai orangtua wali murid, seyogianya berterima kasih kepada para guru yang meskipun mereka digaji dan dibayar, namun telah melayani dan memberikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya.


Penghargaan terhadap guru tak perlu dengan memberinya dengan berbagai macam tanda piagam penghargaan, tapi minimal tak menyakitinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.