Pamer Perhiasan; Lengan Dibuntungi Perampok - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Jumat, 28 Maret 2014

Pamer Perhiasan; Lengan Dibuntungi Perampok

Berusaha untuk menjadi orang kaya, dan tercapai; tak ada siapapun yang melarang.
Ada pula yang berlagak menjadi orang kaya; juga tak ada yang melarang, silakan, risiko tanggung sendiri.


Pamer kekayaan mengundang bahaya.

Nah, ini yang mesti dihindari; pamer kekayaan kepada orang lain yang bukan sama-sama orang kaya. Karena jika memamerkan kekayaan kepada terhadap yang tak tepat tempat dan tujuannya, misalnya pamer kekayaan di tengah-tengah orang miskin, maka akan menimbulkan iri, kedengkian dan sakit hati orang lain.

Banyak cara dari para orang kaya dalam memamerkan kekayaannya; pakai busana dan perhiasan mahal, ponsel dan mobil mahal.
Yang paling berbahaya adalah jika memamerkan perhiasan mahal-mahal yang terbuat dari emas, intan dan berlian; seluruh perhiasan mahal dipakai semua, sehingga tak ubahnya manekin toko berjalan.


Beberapa hari lalu terjadi peristiwa pencurian dengan kekerasan (Curas) atau perampokan disertai pembunuhan. Korbannya adalah seorang wanita, Mantan Kepala Desa di sebuah wilayah di Kecamatan Kusan Hilir sekitar 25 kilometer dari Batulicin, ibukota Kabupaten Tanah Bumbu di bagian tenggara Propinsi Kalimantan Selatan.

Korban dibunuh oleh perampok dengan banyak luka di bagian tubuhnya; lengannya dipotong oleh perampok kejam yang hingga kini belum tertangkap polisi.



Menurut beberapa tetangga korban, Mantan Kepala Desa yang dibunuh itu sehari-harinya memakai seluruh perhiasan berharganya yang terbuat dari emas, sehingga hampir seluruh lengannya tertutup emas yang diperkirakan beratnya hampir mencapai 1 kilogram, fantastik.
Banyak warga memperkirakan pelaku perampokan sengaja memotong engan korbannya untuk mengambil seluruh perhiasan korban. Tindakan tersebut tentu untuk mempersingkat waktu daripada melolosinya satu per satu.

Berhiaslah sekedar dan sewajarnya.

Tentu tak ada melarang jika berhias, baik wanita maupun pria. Namun janganlah menghias diri secara berlebihan, sehingga mengundang orang lain untuk melakukan atau bertindak kejahatan. Apalagi berhias berlebihan dengan tujuan pamer kekayaan, pasti sangat riskan, apalagi dilakukan oleh seorang wanita seperti Mantan Kades yang menjadi korban permpokan tersebut.

Islam mempersilakan umatnya untuk berhias, tapi dengan catatan jangan berlebihan. Tujuan melarang berhias secara berlebihan itu tentu untuk menghindari hal-hal tak diinginkan; selain menimbulkan perasaan iri, dengki, ketidak senangan orang lain, yang lebih penting yaitu tidak menjadi objek tindak kejahatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.