Orang Ini Lebih Pilih Penjara Daripada Bebas - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Jumat, 28 Maret 2014

Orang Ini Lebih Pilih Penjara Daripada Bebas

Kata “penjara” bagi banyak orang pasti sangat menggetarkan perasaan dan menakutkan.
Namun bagi sebagian orang kata tersebut sudah sangat akrab, bahkan sudah menjadi hal yang biasa.


Meski istilah penjara sudah lama bergeser menjadi istilah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas, LP), sebagian besar rakyat negeri ini tetap menyebutnya penjara. Itu dikarenakan tempat tersebut membatasi kebebasan gerak seseorang dari pergaulan masyarakat luas.

Lebih memilih di penjara.



Adalah hal yang aneh bagi banyak orang jika tedapat seseorang lebih memilih berada dalam penjara daripada diluar penjara.
Dulu, puluhan tahun lalu saat saya masih anak-anak, terdapat “orang aneh” itu. Pasti kita semua menyebutnya orang aneh, karena orang itu lebih memilih berada dalam penjara daripada hidup di luaran.


Sebut saja nama orang aneh itu; Bawok. Dia ini selama hidupnya banyak dihabiskan di penjara. Untuk bisa masuk kedalam penjara, Bawok melakukan pencurian. Dan dia sengaja tidak melarikan diri jauh-jauh supaya polisi mudah menangkapnya.

Bawok pun akhirnya dipenjara untuk beberapa bulan. Beberapa hari setelah bebas, Bawok kembali melakukan pencurian, dipenjara lagi, bebas, mencuri lagi, dipenjara, begitu seterusnya.

Tak perlu susah berkerja.

Menurut Bawok, sengaja dia melakukan itu. Karena ujar Bawok; dengan dipenjara ia tak perlu lagi mencari nafkah untuk makan, dia sudah dinafkahi dan diberi makan oleh pihak penjara, atau dinafkahi oleh negara. Selain itu, menurut Bawok; dia pun tak perlu bersusah payah mencari duit untuk mengontrak rumah, apalagi membangunnya.

Sangat bertolak belakang antara Bawok dengan para koruptor di negeri ini. Mereka sangat takut dengan yang namanya penjara. Mereka justru mencari berbagai cara untuk menghindar agar tak masuk penjara. Bawok tak perlu pengacara apalagi advokat, karena yang lebih memerlukan bantuan hukum adalah para koruptor. Bawok cuma perlu tempat tinggal dan makan gratis sambil dijaga dan dikawal gratis pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.