SELAMAT DATANG DAN BERKUNJUNG DI ISP 68 BLOG
Penghasilan Tinggi Buruh Ini Bikin Iri, Kartu Mereka Berharga Ratusan Juta - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Definition List

   # 

Senin, 07 Oktober 2019

Penghasilan Tinggi Buruh Ini Bikin Iri, Kartu Mereka Berharga Ratusan Juta


Kalau kita mendengar kata 'buruh' pasti yang terbayang seseorang yang berbadan kekar, berkerja berat dan kasar, serta upah dan gaji sedikit.

Tapi kita campakkan dulu mindset kita tentang itu, kita ganti dengan sisi lainnya dari yang namanya buruh ini, yang tak semua buruh itu ternyata seperti kita selalu bayangkan.
Terdapat golongan buruh lainnya yang justru jauh dari bayangan bertubuh kekar, berotot, berkerja berat dan penghasilan sedikit. Sebut saja kelompok buruh bongkar muat yang terdapat di beberapa daerah di Tanah Bumbu. Mereka ini merupakan buruh yang berkerja di kapal-kapal besar yang biasa memuat batubara dan peti kemas atau container. 

Pekerjaan mereka banyak dibantu oleh peralatan mekanis dan elektris, dan penghasilan mereka pun bisa melebih gaji Kepala Dinas kalau dikumpulkan sebulan asalkan kegiatan mereka ramai.

Seorang buruh bongkar muat yang biasa masuk kerja dan mangkal di Pelabuhan Samudera Batulicin, sebut saja namanya Amang Ijun (nama rekaan, Red), mengaku berusia 70 tahunan dan sudah menjadi buruh bongkar muat sekira 8 tahun lalu, memiliki penghasilan cukup fantastis sebulannya jika kegiatannya full, bisa membawa pulang duit jutaan rupiah untuk sekali pergi loading antara 2 hingga beberapa hari.

"Kalau sedang banyak kegiatan bongkar muat batubara, bisa saja pergi selama 3 hari bawa pulang duit 2 jutaan," ungkap seorang buruh bongkar muat lainnya yang mampu membangun rumah beton cukup besar dan memiliki lahan perkebunan pula dari hasil buruh.

"Untuk jadi buruh bongkar muat seperti kami ini harus memiliki kartu anggota yang diperoleh dari asosiasi yang dikeluarkan terbatas terkecuali ada diantara buruh yang menjual kartunya ke orang lain yang akan menggantikannya. Setahu kami kartu buruh ini kalau dijual harganya mencapai ratusan juta rupiah, kalau di Batulicin harganya bisa mencapai Rp 200 juta, dan di Pagatan bisa lebih mahal lagi mencapai Rp 250 juta," ungkap beberapa buruh bongkar muat.

Tak perlu heran jika kehidupan ekonomi para buruh bongkar muat ini tergolong sejahtera; bisa membangun rumah cukup bagus, punya sepeda motor bahkan mobil. 

Nah, tak semua kan yang namanya buruh itu harus muda, berotot dan berbadan kekar, berkerja keras dan kasar serta berpenghasilan kecil. Tak percaya ? Silakan cek dan tanya mereka, pasti kita dibikin iri, padahal mereka berkerja tak setiap hari. Hidup buruh ! Jurnalis yang menulis opini ini juga termasuk buruh tapi buruh kerah putih atau white collar labour. (ISP)