Urusan Remeh Tas Kresek Plastik - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 07 Oktober 2019

Urusan Remeh Tas Kresek Plastik

Bawa tempat sendiri kalau Anda memang tak ingin gunakan plasik

Dimana-mana kini peduli terhadap sampah plastik, pemerintah hingga ke daerah pun mengeluarkan edaran terkait pembatasan penggunaan plastik terutama untuk bungkus, kemasan dan tas belanjaan.

Imbauan dan edaran yang baik sebenarnya kalau tak dilakukan secara parsial, hanya diberlakukan misalkan terhadap tas belanjaan tapi tak diberlakukan terhadap banyak kemasan lainnya yang justru lebih banyak intensitasnya.

Jelang lebaran haji atau Idul Adha ini ada saja pihak yang akan melaksanakan ibadah kurban dan berbagi daging yang tak akan menggunakan kemasan berbahan plastik seperti yang dilakukan sekian lama. Mereka memilih membungkus daging dengan bahan daun maupun kertas.
Okelah itu hak anda, terserah kalian.

Tapi pernahkan kita berpikir ketika akan membeli minuman ringan misalkan Coca Cola, Sprite, Fanta, Teh Botol, Shampo, Sabun Cair, Sabun Cuci, Pasta Gigi, Roti dan berbagai jenis makanan ringan lainnya; kita menyiapkan dan membawa tempatnya ke kios, toko, minimarket dan swalayan yang mana usai bayar maka isinya diambil dimasukkan ke tempat yang sudah kita sediakan dan bawa dari rumah lalu kemasannya ditinggal (?) Pasti tidak.

Padahal kita tahu kemasan minuman ringan, shampo, pasta gigi, sabun cair dan lainnya bahkan lebih tebal daripada sehelai tas kresek plastik yang multiguna dan praktis untuk membawa semua belanjaan kita.

Demi suatu kenyamanan kita tak jarang melepaskannya hanya disebabkan suatu hal yang sebenarnya terlalu kecil dan remeh namun sangat dibesar-besarkan. Apalah arti sehelai, 2 helai bahkan berhelai-helai tas kresek tipis kalau dibandingkan dengan kemasan plastik yang digunakan untuk minuman ringan. 

Sudahkah anda atau kalian yang berbelanja di kios, toko, minimarket dan swalayan merasa cukup nyaman dengan tas belanjaan yang kurang praktis, misalkan menjinjing tas dari bahan purun dan lainnya ? Dipastikan tak senyaman dan tak sepraktis kalau kita menjinjing tas kresek plastik, lagi pula kita cukup datang ke toko tak perlu bawa apa-apa, belanja, dan keluar toko menjinjing tas kresek yang disediakan oleh toko.

Sekali lagi, imbauan dan edaran terkait pembatasan penggunaan plastik itu bagus asalkan pihak manapun yang mengimbau dapat mencarikan solusi yang setara tanpa mengurangi kenyamanan dan kepraktisan para pengguna, misalkan mengganti tas kresek plastik dengan bahan lainnya dari non plastik tapi juga praktis dan kuat serta dapat digunakan berkali-kali.
Atau mengganti kemasan minuman ringan dan lainnya yang selama ini berbahan plastik dengan bahan apa saja terserah apakah nantinya minuman ringan, shampo, sabun, pasta gigi dan lainnya menggunakan kemasan berbahan kertas, kayu, kaca dan lainnya. Kalau tak bisa mencarikan solusi dan gantinya; ini sama saja seperti produk minuman keras, ijin produksinya diberikan tapi peredarannya dibatasi bukan pabriknya yang ditutup sekalian.

Kebijakan yang kurang populis, mengganggu kenyamanan banyak orang namun minim atau bahkan tak ada solusi sama sekali.

Peduli lingkungan alasan utamanya ?
Penebangan dan pembabatan hutan, pembukaan lahan perkebunan berskala besar, pertambangan dan lainnya jauh lebih membahayakan lingkungan yang berdampak langsung terhadap manusia malah kurang disentuh, yang disentuh justru yang tampak kecil dan remeh. Kalau bisa dibikin nyaman kenapa mesti dibuat susah ? Yang susah akhirnya kita sendiri. (ISP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.