Pilih Narkoba, Narkonah, Narkobayah, Narkobainah, atau Narkobawati - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 24 Maret 2014

Pilih Narkoba, Narkonah, Narkobayah, Narkobainah, atau Narkobawati

Narkoba, dengar namanya jadi membayangkan bagaimana bentuknya. NARKOBA; bisa jadi kependekan atau singkatan dari beNAR KOtoran BAbi. Ih…..jadi jijik membayangkannya.

Bagi penyuka apalagi sudah jadi budak Narkoba, aku sarankan jika punya anak cewek agar kasih nama; Narkobayah, Narkobainah, Narkobawati, pokoknya yang mengandung kata Narkoba, hehehe…….Ini supaya Narkoba tetap melekat pada semua segi dan lini.

Ada yang bilang, bagi orang yang sudah jadi budak Narkoba; uang sekarung pun tak akan cukup untuk memenuhi keinginannya.
Menurutku ini ada benarnya. Beberapa kenalanku yang kini sudah dapat status Rest In Peace (RIP), semasa hidup mereka dulu merupakan orang berduit yang jadi budak Narkoba. Mereka itu punya apa saja, namun karena setiap saat, setiap waktu mencekoki diri mereka dengan Narkoba, akhirnya semua yang dimiliki habis; jatuh miskin dan sakit-sakitan, lalu hilang dari peredaran dunia; dapat gelar tanpa menempuh pendidikan, yakni Alm alias almarhum.


Beberapa kenalanku yang sudah RIP itu tergolong berduit, mampu memenuhi keinginannya akan Narkoba dan kebutuhan lainnya. Tapi tak sedikit orang yang hanya mampu membeli Narkoba tanpa mampu memenuhi kebutuhan yang lain; duit untuk makan dibelikan Narkoba. Ini kondisi yang sangat parah, Narkoba mengalahkan kebutuhan primer, apalagi cuma kebutuhan berikutnya.

Siapapun yang menjadi pengguna Narkoba, dia sama di hadapan meja hijau, bedanya cuma di hadapan meja makan, karena orang miskin belum tentu punya meja makan, hehehe……..
Orang kaya saja bisa tekor, sakit, lalu mati bila sudah kecanduan Narkoba, apalagi yang mesti banting tulang, tipu sana, tipu sini untuk membeli Narkoba.
Nah, jika pada daftar belanja anda ada terselip kata Narkoba, maka segera dihapus, ganti dengan kata Narkonah, Narkobayah, Narkobainah, atau Narkobawati, siapa tahu diantara nama-nama itu merupakan calon istri baru anda, hehehe…….”Zil, udah tau loe beberapa artis top dicokok petugas BNN ?” tanya Afrit kepada Ujazil, sesama bangsa setan.
“Udah tau kaleee gue dari beberapa media massa milik manusia,” sahut Ujazil sambil memonyongkan mulutnya persis moncong Tukul Arwana, Presenter di sebuah stasiun tipi swasta.


Di Pusat Data dan Informasi Setan (PDIS), beberapa setan yang ahli di bidang komunikasi massa sedang menyimak berita beberapa stasiun tipi dan portal berita yang dikelola manusia.
“Manusia memang hebat, maju pesat hingga menembus dunia maya yang selama ini menjadi kekuasaan kita,” ungkap Kepala PDIS, Kusifer.
“Manusia kini bahkan sudah merambah mengambil alih beberapa tugas kita, yakni tugas menggoda,” cetus Fajjal, yang masih satu turunan dengan Dajjal.
“Betul itu, dengan demikian tugas kita menggoda manusia menjadi ringan karena diambil alih oleh mereka,” ujar Kusifer.


Di ruangan kerja PDIS, para setan sedang menyimak pemberitaan penangkapan Raffi Ahmad, Wanda Hamidah, dan pasangan suami istri Irwansyah dan Zaskia Sungkar.
“Pasti kita yang disalahkan mereka. Biasanya begitu; mereka yang nikmatnya setan yang disalahkan,” kata Kusifer sambil menggebrak meja kerjanya hingga hancur berantakan.


“Sudah enak jadi anggota DPR, wakil rakyat, duit banyak, masih juga ikutan pakai Narkoba, dasar munafik !” geram Afrit.
“Manusia memang begitu, mengaku makhluk paling sempurna, khalifah di muka bumi, nyatanya kelakuan mereka lebih buruk daripada kita bangsa setan,” sela Ujazil sambil menari-nari cekikikan.
“Diam loe, berisik ! Membicarakan kejelekan orang itu hukumnya ghibah, dosa tau, lebih baik sana pergi godain artis yang lain biar juga ikutan bikin dosa,” seru Kusifer seraya menyulap meja kerjanya yang sempat hancur berantakan tadi. 



*Para pembaca jangan tersinggung, ini cuma fiktif. Kalau ada diantaranya merasa tersinggung diduga masih ada kaitannya dengan isi tulisan ini, hehehe……


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.