Puasa Kita, Puasanya Para Anak Kecil - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 15 Maret 2014

Puasa Kita, Puasanya Para Anak Kecil

courtesy : flexmedia.co.id
Menjelang berbuka puasa tadi ramai orang memperbincangkan kejadian perkelahian di tempat parkir antar para tukang parkir.
Sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa, warung tempatku menantikan berbuka puasa, pun menjadi hirukm pikuk oleh berbagai cerita seputar perkelahian tersebut.


Menurut salah seorang yang tampaknya sangat mengetahui peristiwa berdarah itu, perkelahian dengan senjata tajam itu hanya disebabkan oleh saling beradu pandang antara seorang tukang parkir dengan tukang parkir lainnya. Terjadilah perkelahian yang tak seimbang antara 1 orang yang tak memegang senjata tajam melawan 2 orang, karena salah seorang tukar parkir dibantu oleh temannya. Para tukang parkir lainnya yang nota bene masih berteman itu, tak kuasa melerai perkelahian. Disamping takut dikira memihak salah satu pihak yang berkelahi, juga takut terkena sabetan senjata tajam. Akhir dari perkelahian adalah; seorang tukang parkir yang melayani 2 orang, luka parah, dievakuasi ke rumah sakit, dan untunglah masih bisa tertolong. Sedangkan 2 orang tukang parkir yang melakukan penikaman, melarikan diri meninggalkan musuh yang tergeletak bersimbah darah.

Mendengar kejadian tersebut yang sungguh mengenaskan, kupikir ternyata bulan puasa yang mestinya menjadi bulan yang penuh rahmat dan hikmah ini, justru masih terdapat orang-orang yang tak mampu menahan dan mengekang hawa nafsunya. Padahal di bulan puasa inilah mereka yang mengaku dan merasa beriman, mampu berperang melawan hawa nafsunya sendiri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan tercela.

Ibadah puasa tampaknya baru dilakukan dan dilaksanakan pada tahap menahan lapar dan dahaga, belum mampu menahan perbuatan tercela dan buruk lainnya seperti; menahan amarah, mencela dan menggunjing orang lain, korupsi, menipu, bahkan memeras.

Puasa yang dilakukan hampir dapat digolongkan puasanya para anak-anak kecil; menahan lapar dan dahaga dengan berharap imbalan dari orangtua agar diistimewakan, memperoleh pujian, hingga mendapat hadiah pakaian di hari lebaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.