Ajang Pencarian [Calon] Politikus - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 02 April 2014

Ajang Pencarian [Calon] Politikus


Maju jadi Caleg jangan cuma bermodalkan popularitas.

Begitulah kalimat yang banyak diucapkan banyak orang akhir-akhir ini terutama ditujukan terhadap kalangan selebriti yang maju sebagai Caleg. Pasca penampilan artis Angel Lelga di tayangan acara Mata Najwa di Metro TV beberapa waktu lalu, kalimat tersebut terus bergulir dan mengemuka.

Angel Lelga yang tampil cantik di acara Najwa Sihab namun tak berdaya menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar majunya ia sebagai Caleg; tampak dungu dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya. Setelahnya Angel Lelga dicemooh, dihujat dan diremehkan banyak orang seolah Angel Lelga mewakili gambaran seluruh sosok selebriti di negeri ini.

Meski Angel Lelga sempat menjadi topik hangat di berbagai pemberitaan dan sosial media, ia menanggapi dengan santai berbagai gempuran yang tak mengenakkan. Angel Lelga, pasca penampilannya di Mata Najwa tak membuatnya lantas mundur dan patah arang, sepertinya semua ia anggap anjing menggonggong.

Memang problematis, di dunia ini dipastikan tak ada yang sempurna. Dalam kehidupan tiap individu saling melengkapi berbagai kekurangan satu sama lain. Tak diragukan banyak orang pandai dan pintar, tapi mereka tidak populer. Sebaliknya tak sedikit yang populer namun belum tentu pandai dan pintar di mata banyak orang. Definisi pandai dan pintar ini saja kita agak sulit menjabarkannya; tergantung pada pendapat masing-masing. Orang yang lihai dalam berbohong pun bisa dikategorikan orang pandai dan pintar; pandai dan pintar berbohong tentunya. Begitupun orang yang pandai dan pintar berjanji sedikit menepati, pandai bicara minim berbuat, pandai korupsi menolak dibilang salah, dan sebagainya.

Kita semua tahu selama ini yang sering dilakukan adalah ajang pencarian bakat; penyanyi, pelawak dan komedian, juru masak, pesulap, dan kontes ratu kecantikan. Belum pernah ada ajang pencarian orang pandai dan pintar. Inilah yang belum terpikirkan mungkin oleh kita, sehingga yang muncul ke permukaan dan kebanyakan populer adalah mereka yang berasal dari jebolan pencarian bakat dan kontes tersebut.

Ajang Pencarian [calon] Politikus.

Pengkaderan oleh partai politik untuk menjadikan seseorang sebagai politikus handal tentu tak dapat dilakukan dengan serta merta dalam waktu singkat. Untuk menjadi seorang politikus pun tak mesti memiliki latar belakang pendidikan yang memang terkait dengan ilmu politik, sehingga tidak semua orang sama pemahamannya tentang politik. Nah, tak ada salahnya tiap partai politik di negeri ini menggelar semacam ajang pencarian politikus yang dikemas seperti ajang pencarian bakat dan kontes penghasil selebriti. Dulu pernah ada media massa yang menggelar ajang pencarian da’i, ajang seperti ini bisa dijadikan semacam acuan.

Dengan adanya ajang pencarian tersebut minimal sudah ada bayangan terhadap bakat dan kemampuan tiap peserta yang ikut di ajang tersebut. Dan ini tentu akan lebih memudahkan mendidik dan menempa seseorang yang sudah diketahui tak cuma kulit luarnya saja tapi sedikit terkuak bagian dalamnya.

Dengan adanya ajang semacam itu bagi calon politikus, nantinya tak hanya menghasilkan para politikus yang pandai dan pintar sesuai keinginan banyak orang, tapi juga sekaligus populer bak selebriti. Tak seperti selama ini partai politik berlaku genit mencomoti yang sudah populer namun dianggap minim dalam hal kepandaian dan kepintaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.