Mantan Antek Orba itu Mendominasi Kalsel - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 30 Juli 2014

Mantan Antek Orba itu Mendominasi Kalsel

Rakyat negeri ini tampaknya memang sulit melawan lupa. Tidaklah terlalu salah jika banyak yang berkata; rakyat Indonesia adalah pemaaf dan sulit melawan lupa. Hal ini setidaknya ditunjukkan oleh rakyat Indonesia yang berada di wilayah Propinsi Kalimantan Selatan.
Dulu di era rejim Orde Baru, tak sedikit dari warga Kalimantan Selatan (Tanah Banjar) yang tak suka terhadap Golongan Karya (Golkar, tanpa embel-embel Partai) jika tak ingin disebut benci. Parpol Mantan “kaki tangan” rejim Orde Baru ini dianggap turut andil dalam pemerintahan yang berjalan represif serta membelenggu kebebasan dan HAM.
Parpol yang menjadi anak emas Orde Baru itu tak berganti nama maupun istilahnya ganti merk maupun baju, cuma menambah nama menjadi Partai Golkar dengan masih banyak orang-orang dulu yang bercokol didalamnya.
Pada Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2014 ini, Partai Golkar Kalimantan Selatan justru mendominasi perolehan kursi legislatif di DPRD Propinsi. Partai Golkar meraih 13 kursi di DPRD Propinsi Kalimantan Selatan, sementara untuk DPR RI mendudukkan 2 kadernya.
Adapun Parpol lainnya berada jauh di bawah perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Propinsi Kalimantan Selatan, antara lain; Partai Nasdem 4 kursi, PKB 6 kursi, PKS 4 kursi, PDIP 8 kursi, Partai Gerindra 6 kursi, Partai Demokrat 4 kursi, PAN 1 kursi, PPP 7 kursi, dan Partai Hanura 2 kursi.
Jika melihat kondisi demikian, rakyat negeri ini bisa dibilang mudah membenci sesuatu, cepat melupakan kebencian, lalu memaafkannya begitu saja, kalaupun tetap benci tak ubahnya seperti judul sebuah lagu yang hit dinyanyikan Mendiang Diana Nasution; benci tapi rindu.
Bukan hal mustahil di Pemilu mendatang Parpol seperti Partai Demokrat yang kadernya banyak dimunculkan sebagai pelaku korupsi, akan kembali berjaya dan kembali mendapat simpati dan dukungan rakyat.
“Kau datang dan pergi sesuka hatimu, oh kejamnya dikau, teganya dikau padaku…..
Sakitnya hati ini, sayang……namun hati rindu…..
Bencinya hati ini, sayang, namun aku rindu…..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.