Sisi Buruk Kisah Romeo dan Julia - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 30 Juli 2014

Sisi Buruk Kisah Romeo dan Julia


Kisah Romeo dan Juliet merupakan kisah roman percintaan yang menjadi karya masterpiece dari William Shakespeare. Kisah ini sangat terkenal ke seantero dunia. Meski terdapat beberapa kisah yang mirip dengan ini seperti; Qais dan Laila dari kawasan Timur Tengah, Bandung Bondowoso dan Loro Jongrang dari Tanah Jawa, namun Kisah Romeo dan Juliet paling terkenal.

Karya masterpiece dari William Shakespeare ini telah sukses diadaptasi ke dalam beberapa bentuk karya seperti; drama, musikal, film, dan opera, bahkan syair lagu yang terinspirasi dari kisah tersebut.

Cerita tersebut berlatar belakang dari dua keluarga terpandang yang saling bermusuhan sejak lama. Romeo yang berasal dari Keluarga Montague mencintai Julia yang berasal dari Keluarga Capulet.
Mulanya Romeo jatuh hati kepada Rosaline yang berasal dari Keluarga Capulet. Pada satu pesta yang diadakan oleh Keluarga Capulet, dimana Romeo ikut hadir sebagai tamu tak diundang dengan menyamar, perhatian Romeo berpindah ke penampilan Julia yang sangat mempesonanya. Romeo jatuh cinta kepada Julia pada pandangan pertama. Menurut cerita Julia kala itu berumur 13 tahun, sedangkan Romeo berusia 15 tahun.


Baik Romeo maupun Julia saling mengagumi satu sama lain. Namun keduanya harus kecewa dikarenakan keluarga mereka saling bermusuhan. Kondisi keluarga mereka tersebut tak menghalangi keduanya untuk bersatu meski mendapat ancaman dan kekerasan dari keluarga masing-masing.

Dengan bantuan teman Romeo, yaitu Frater Lawrence, mereka menikah secara diam-diam. Sayangnya di tengah kebahagiaan tersebut, seorang sahabat Romeo meninggal di tangan sepupu Julia, Tybalt. Romeo yang awalnya tidak lagi menyimpan dendam untuk keluarga Capulet, akhirnya membalas dengan membunuh Tybalt.

Pembalasan dendam atas sahabatnya itu oleh Romeo memperbesar api permusuhan antara Capulet dan Montague. Ayah Julia yang tidak mengetahui pernikahan putrinya, memutuskan untuk menikahkan Julia dengan seorang pemuda bernama Paris.
Cinta yang ditentang oleh keluarganya membuat Julia putus asa. Ia pun berkonsultasi dan membuat rencana dengan Frater Lawrence.


Saran Frater Lawrence kepada Julia agar ia berpura-pura menyetujui pernikahan yang diatur ayahnya. Namun ketika pagi hari menjelang pernikahan, dia harus minum ramuan yang akan membuatnya tampak seperti sudah meninggal, karenanya ia dimasukkan ke dalam lemari besi penguburan Keluarga Capulet. Selanjutnya Frater pun akan mengirimkan Romeo untuk menyelamatkannya.

Romeo yang sudah menjadi suami Julia karena pernikahan diam-diam, mengetahui kabar istrinya telah meninggal dari orang lain tanpa mengetahui rencana yang telah diatur oleh Frater Lawrence dan Julia.
Hati Romeo pun hancur. Ia pun pergi untuk melihat Julia buat terakhir kalinya. Disana Romeo dihadang oleh Paris, mereka pun berduel yang mengakibatkan Paris terbunuh di tangan Romeo.


Menyaksikan tubuh Julia yang terbaring seperti mayat, Romeo menelan racun yang dibelinya lalu mati seketika.
Julia yang sebenarnya tidak mati pun terbangun dengan satu harapan kosong. Ia justru melihat tubuh suaminya yang sudah tak bernyawa. Merasa tak lagi memiliki harapan untuk hidup, Julia mengambil belati Romeo dan membunuh dirinya dengan benda tersebut.


Suatu kisah percintaan yang sangat mengharu biru, menguras emosi, dan berakhir dengan tragis.

Terdapat beberapa hal yang tak pantas ditiru dari kisah percintaan antara Romeo dan Julia ini, antara lain;
-Percintaan kedua insan berlainan jenis tersebut tak ubahnya cinta monyet, cinta anak ingusan; pria berusia 15 tahun, wanitanya 13 tahun.
-Romeo yang sangat mudah berpindah ke lain hati disebabkan Julia lebih mempesona daripada Rosaline.
-Menikah secara ilegal, tanpa adanya persetujuan dari wali nikah, tanpa saksi-saksi kecuali Frater yang menikahkan mereka. Perilaku Frater Lawrence tersebut sangat tidak pantas ditiru oleh siapa saja yang berstatus tokoh agama.
-Romeo yang pendendam, dengan mudahnya membunuh; Tybalt dan Paris.
-Baik Romeo maupun Julia yang tak menggunakan nalar dan akal sehat; bunuh diri yang sangat dilarang oleh agama terutama agama dari rumpun Ibrahimik (Samawi).


Bagi remaja kalangan Islam, kisah percintaan antara Romeo dan Julia tersebut; sama sekali tak ada manfaat yang bisa dipetik, cuma menginspirasi tabiat dan perilaku buruk.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.