Bahasa Inggris Bikin Kesal - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 19 Desember 2017

Bahasa Inggris Bikin Kesal

Ingat waktu sekolah dulu, pelajaran yang bikin kesal selain Matematika adalah Bahasa Inggris. Bahasa Barat ini bikin kesal disamping dirasakan sulit dipelajari, tidak konsisten pula. Ya iyalah tulisannya One tapi dibaca wan gimana ga bikin kesal. Tulisannya ice malah dibaca ais, makanya jika Orang Inggris nyebut nama Penyanyi Dangdut Ice Trisnawati dipastikan lapalnya Ais Trisneweti, hehehe......

Orang Inggris itu juga tak bisa membedakan antara rasa panas dan pedas; panas disebut hot, pedas juga dibilang hot. Lalu ga tau pula membedakan antara kuat dengan perasaan yang terlalu; misalkan terlalu manis disebut too strong bukan too sweet, terlalu asin dibilang too strong pula bukan too salty, terlalu pahit dikatakan too strong bukan too bitter, dan bla, bla, bla......padahal strong itu kan artinya kuat, hiks......

Ada pula yang keliatan goblok bin begonya; semuanya disebut rice (baca rais, bukan rais-nya si Amien). Padi, sekam, beras, menir, nasi semua disebut rice, heudeh, dasar ga pernah kerja sawah kalee mereka ya, untung saja bubur mereka sebut porridge, hehehe.......

Tapi biar begitu eh malah bahasa mereka itu yang dipakai sebagai bahasa internasional. Kita pun mesti belajar bahasa yang tak konsisten itu supaya melek apa saja, karena ternyata banyak dari bahasa kita tak ada padanan katanya jika mencaplok dari Bahasa Inggris. Lucu sangat jika kita menyebut perangkat radio dengan kotak bersuara, telepisi kita sebut kotak bergambar, mobil misalkan kita sebut gerobak berpenggerak, sepeda kita bilang kereta dayung, dan sebagainya.

Dulu waktu saya SMP kelas 1, pada semester pertama dapat nilai 8 untuk Bahasa Inggris. Senangnya saya bukan kepalang, tapi saya heran padahal saya taunya cuma; thank you, good morning, I love you dan no smoking. Dasar nasib saya sedang baik aja mungkin waktu semester pertama itu, nyatanya pada semester kedua nilai saya dapat 4, untunglah saya naik kelas, hehehe.......

Tak sedikit orang Endonesa yang sudah bertahun-tahun belajar Bahasa Inggris di sekolah, tapi tak juga dapat berbahasa Inggris pasip sekalipun apalagi aktip. Tapi tak sedikit pula orang Endonesa yang justru tak pernah belajar Bahasa Inggris melalui sekolah namun dapat berbahasa Inggris dengan lancarnya mesti harus berupa hapalan percakapan sehari-hari.

"Indonesian make me confusing." Suatu kali saya dengar dari seorang warga negara Swiss yang berbahasa Inggris (bukan bahasa dia juga sih) menanggapi Bahasa Indonesia yang menurutnya bikin pusing. Saya balas dengan mengatakan, "English make me tired." Bikin capek, lelah berbahasa Inggris karena harus mikir grammar di kepala, hahaha......

Akhirnya ladies and gentlemen I wish you all can speak English meski a little little but understand walaupun it makes you pusing seven round, hiks...hiks....hiks.... 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.