Naik Trail, Pacaran Kids Jaman Now - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 12 Desember 2017

Naik Trail, Pacaran Kids Jaman Now

"Bu, tolong dong bilang ke ayah aku pinjam mobil sekali ini aja," rengek Febri ke ibunya.

"Bilang aja sendiri. Bujuk ayahmu gimana caranya biar hatinya luluh dan meminjamkan mobilnya," sahut ibunya dari ruang belakang.

"Kenapa sih ayah susah banget meminjamkan mobilnya sekali aja kayak ga pernah muda," Febri menggerutu sendiri uring-uringan.

Gimana ga uring-uringan si Febri karena sudah terlanjur janjian sama Leni, pacarnya anak kelas 2 di SMK dimana Febri sekolah, Febri sendiri sudah kelas 3.

Setelah menggerutu sendiri ga jelas, Febri pun menstarter motor trailnya, melaju ke Pelabuhan Batang, nongkrong di tepi dermaga diantara para pengunjung yang berlalulalang dan penjual makanan minuman yang menjajakan dagangannya.
Mata Febri menatap ke arah Pulau Sewangi yang agak sedikit terlindung tongkang bermuatan batubara.

Courtesy : thepicta
Febri merogoh saku celananya mengambil smartphone merk terkenal, lalu membuka aplikasi WA, menulis; "plis ayah pinjam mobil dong sekali ini aja buat malam minggu nanti."

Setelah mengirim pesan Febri memelototi smartphone-nya menunggu apakah pesan yang sudah masuk dibaca oleh ayahnya. 
Setelah beberapa menit menunggu, muncullah jawaban dari ayahnya; "ga usah pakai mobil kalo cuma buat malam mingguan sama pacar, cukup naik trail aja."

Jengkel sekali hati Febri membaca balasan ayahnya. Ia pun membalas; "sekali ini aja ayah, nanti biar ga dipinjami ga papa." (pakai mode on sad).

"Ayah bilang ga usah, lagian kamu belum punya SIM meski sudah bisa nyetir, ayah aja dulu bawa pacar malam mingguan cuma jalan kaki."

Ayah........seperti ga pernah muda aja, ga ngerti plus ga paham. Ini luapan perasaan hati jengkel Febri yang setinggi BTS Telkomsel. 

Pupus sudah harapan Febri untuk bermalam mingguan pakai mobil dengan pacarnya Leni. 

Tiba-tiba suasana di Pelabuhan Batang yang ramai mendadak menjadi senyap dalam perasaan Febri. Keramaian tak guna bagi hati Febri yang sedang jengkel dan kecewa karena keinginannya tak kesampaian.

Pagi tadi saat ketemu Leni di Education Park, Febri mengutarakan keinginannya untuk pinjam mobil ayahnya mengajak Leni malam mingguan di tepi pantai Siring Laut Pagatan. Namun apa lacur keinginannya itu harus pupus dan sirna pada keputusan ayahnya tak mau meminjamkan mobilnya.

Febri memandangi motor trail KLX-nya. Ilusinya pun melayang jauh ke belakang saat ia tiap pagi mesti menunggu taksi mikrolet yang mengantarnya ke SMP di Batulicin, berdesakan dengan para anak sekolah lainnya dan juga warga yang menumpang. Ia ingat waktu itu ayahnya pun belum memiliki sepeda motor, sering ikut nebeng milik temannya ke tempat kerja. Dan kebetulan teman ayahnya tiap pagi selalu setia datang menjemput.

Febri tersadar dari lamunan ilusinya dikarenakan suara kelotok balapan yang lewat di depan dermaga dengan suara nyaring.

"Sialan banget tuh kelotok balapan mengganggu lamunan aja," umpat Febri seraya meraih sebutir batu sebesar telur ayam dan melemparkannya ke air laut.

Senja mulai beranjak petang, Febri yang sudah cukup lama nongkrong pun bangkit menuju motor trailnya. Pikirnya lebih baik pulang sebelum azan magrib berkumandang (menghormati azan aja sih, hehe.....). Febri memacu motornya ke arah pelabuhan speedboat menuju Gang Bina Bakat.

Sesampainya di rumah Febri menelpon Leni; "halo say, malam ini kita tetap naik trail seperti malam minggu biasanya, boleh ya ?"

"Kok gitu say, kenapa dengan mobil ayah ?" sahut Leni.

"Ga bisa say, ayah ga kasih pinjam," balas Febri.

"Yah, ga papa lah say, sudah pake yang ada aja daripada entar ngerepoti kalo pakai mobil segala," ujar Leni bijak.

"Okelah kalo begitu, cuma ga enak aja sudah mengecewakanmu," sesal Febri.

"Ga papa kalee say, sabar aja, pake motor juga sudah syukur. Ayah ga kasih pinjam mobil itu mungkin ada baiknya yang kita tak tahu alasannya," Leni coba menghibur.

"Iya sih say, sementara masih banyak teman kita yang kesana kemari cuma jalan kaki," ucap Febri sambil manggut sendiri.

"Tuh kan sadar sendiri. Gitu dong semangat biar malam mingguan pake motor baru namanya kids jaman now, hahaha......" Leni terbahak langsung menutup percakapan telpon.

Idih kids jaman now malam mingguan sama pacar pake motor trail, emang mau touring kemana pikir Febri, tapi tak urung ia pun senyum-senyum sendiri ingat perkataan Leni barusan.

"Udah ah mending pergi mandi aja, siap-siap jemput Leni, eng ing eng......." Febri pun bergegas ke kamar mandi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.