Klaim Kemajuan Kotabaru di 4 Tahun Jelang Pilkada - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 17 Februari 2020

Klaim Kemajuan Kotabaru di 4 Tahun Jelang Pilkada

   Hujan turun sejak sore tadi di Kotabaru yang menjadi ibukota Kabupaten dengan nama yang sama. Hujan masih turun rintik saat aku menuju objek wisata Taman Siring Laut, tempat yang menjadi favorit bagi warga Kotabaru khususnya di daratan Pulau Laut. Dan kebetulan malam ini ada acara yang dilaksanakan di halaman panggung utama Taman Siring Laut. Dari info yang kudengar adalah acara ke 4 tahun menjabatnya Said Jafar sebagai Bupati Kotabaru.

Hujan terus rintik seolah menyatakan kesedihannya terhadap kemajuan Kabupaten Kotabaru yang seperti terseok bak jalan keong, padahal merupakan satu diantara Kabupaten tua di Kalsel.

Aku duduk di satu warung yang cuma berjarak berasa meter dari panggung acara pak Bupati. Memasang telinga sambil sesekali menyeruput kopi hangat agak pahit kesukaanku, dan tentu saja juga mengebulkan asap rokok kegemaranku.

Pembawa acara membacakan naskah yang menarasikan berbagai klaim kemajuan yang dicapai selama Said Jafar menjadi Bupati Kotabaru sambil diiringi alunan musik instrumental. Berbagai puji meluncur dari mulut para pembawa acara teruntuk pak Bupati.

Sementara aku sibuk memainkan jemariku sambil pikiran menerawang seolah mengelilingi penjuru Kabupaten Kotabaru; menyaksikan berapa banyak badan jalan yang masih rusak, jembatan yang sudah rapuh, bangunan yang mangkrak, utang yang belum terbayar; bermunculan silih berganti di benakku laksana slide film.

Aku bertanya kepada diriku sendiri, apakah aku yang buta terhadap kemajuan, ataukah karena aku tak bisa membuka hati untuk bersikap move on (?)
Aku kembali bertanya akan apa makna kemajuan itu sendiri.

Pembangunan yang sudah berlangsung di Kotabaru selama ini memang tak bisa dipungkiri, hanya saja apakah pembangunan tersebut sudah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sehingga menciptakan dampak positif bagi kehidupan masyarakat sebagai sasaran pembangunan ?

Aku pun teringat akan hal defisit anggaran selama 2 tahun berturutan di Pemkab Kotabaru, utang proyek belum terbayarkan ke para Kontraktor.

Yah, alu sadar karena sebentar lagi akan ada perhelatan Pilkada yang mana janji-janji sangat perlu dilontarkan, klaim keberhasilan pun mesti dimonopoli agar mendapat simpati masyarakat apalagi masih berkeinginan duduk sebagai Kepala Daerah.
Aku kembali menyeruput kopi yang kurasa tambah pahit sepahit fakta yang masih banyak dirasakan warga Kotabaru. (ISP)

----------©----------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.