Bukan Kader Kok Berharap Dapat Bagian - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 21 April 2020

Bukan Kader Kok Berharap Dapat Bagian

ilustrasi
Saya merasa lucu saja membaca para komentar Netizen di media sosial yang tak jarang tidak nyambung, dan ada pula yang tergolong aneh. Yang dikomentari berada di Utara tapi komentarnya malah ke arah yang berlawanan.

Dengan membaca berbagai komentar di media sosial terutama di Facebook, maka saya jadi belajar menerka tingkat pendidikan dan pemikiran para Netizen, serta apa yang ada dalam kepala mereka.

Misalkan yang berkomentar untuk berita dengan judul "DPC PDIP Tanah Bumbu Persiapkan Paket Sembako Untuk Kader", komentar para Facebooker tak sedikit yang saya anggap melenceng.

Saya berprediksi diantara yang berkomentar terdapat yang tidak membuka link berita sehingga tak paham isi dan maksud berita. Mereka yang model begini saya anggap orang yang ingin dikatakan ikut modern dengan internet namun pelit dengan kuota, padahal dengan membuka link berita website tak akan menghabiskan banyak kuota internet.

Lalu ada yang sepertinya entah paham atau pura-pura tak paham. Padahal dengan hanya membaca judul berita saja sudah jelas dapat diketahui bahwa Paket Sembako yang dipersiapkan tersebut untuk para kader PDIP. 
Kader tentu berbeda dari yang bukan kader, karena yang namanya kader itu terdaftar secara admnistrasi sebagai anggota Parpol, dan rutin ikut kegiatan Parpol. Berbeda tentu dengan simpatisan atau pendukung yang adalah non kader yang sifatnya insidentil hanya jika diperlukan dan secara sukarela ikut kegiatan Parpol.

Kemudian terkait Paket Sembako tersebut ada yang mempertanyakan apakah mereka yang dulu memilih Parpol tersebut juga dapat ? 
Pertanyaan tersebut kembalikan pada diri yang bertanya, apakah dulu anda waktu memilih Parpol tersebut secara sukarela, cuma-cuma dan karena memang pilihan yang tak bisa ditawar, atau anda memilih dikarenakan mendapat semacam konpensasi apakah itu berupa kaos, stiker, kalender, Sembako hingga uang transport.

Nah, kalau dulunya anda memilih Parpol tersebut di Pemilu dikarenakan 'ada apanya' bukan 'apa adanya', maka artinya anda tak memiliki ikatan apapun dengan Parpol tersebut seusai Pemilu, dan harap sadar kalau anda mesti menunggu 5 tahun berikutnya.

Seseorang memang mesti memiliki semacam kesadaran diri bahwa ada yang menjadi hak dan ada pula kewajiban yang harus dilakukan seimbang. Dan yang lebih penting adalah mengetahui mana yang menjadi hak, dan yang mana hak orang lain yang tak perlu kita urusi.

"Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah." (Alkitab)

Saya mengutip ayat Alkitab di atas sebagai adagium tentang hak seseorang, yang mana kita mesti dapat membedakan soal hak. Biarkan hak orang lain karena memang ia berhak mendapatkannya, tak perlu berharap hak orang lain itu diberikan pula kepada kita sedangkan kita tak memiliki keterkaitan, terkecuali apa yang kita dapatkan itu sebagai rejeki yang datang dengan sendirinya. (ISP)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.