Setiap Masa Ada Pemimpinnya, Dan Setiap Pemimpin Ada Masanya - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 23 September 2020

Setiap Masa Ada Pemimpinnya, Dan Setiap Pemimpin Ada Masanya

"Satu hal yang saya suka dan terkesan dengan pak Zairullah semasa beliau menjadi Bupati adalah diadakannya pengajian rutin setiap minggu," ungkap pak Gun, begitu sapaan pria yang sudah berumur itu yang ditandai dengan uban di kepala serta kumis beliau.

Nama lengkap pria yang masih tetap bersemangat adalah Guntoro. Ia merupakan seorang pemborong, atau sebutan kerennya adalah Kontraktor. Pria ini sudah cukup lama menggeluti profesinya itu, dan sudah cukup lama berada di Tanah Bumbu, dan sempat merasakan masa pemerintahan ketika pak Zairullah menjadi Bupati Tanah Bumbu.

"Berarti pak Gun mendukung pak Zairullah dan nanti akan memilih beliau ?" tanya saya.

"Saya sulit menjawabnya mas. Sepertinya kali ini saya tak mendukung beliau," jawab pak Gun.

"Lho kenapa bisa begitu pak ?" saya heran mendengar jawaban pak Gun yang masih terdengar kental logat Jawanya ini.

"Saya tahu dan melihat sendiri di masa pak Zairullah dulu jadi Bupati hal yang kurang adalah pembangunan terutama jalan," ujar pak Gun.

Menurut pak Gun pula, padahal di era pak Zairullah itu masih enak mendapatkan dana untuk pembangunan, dimana pada waktu itu masih banyak aktivitas pertambangan batubara. Tak cuma itu masyarakat pun kala itu ikut enak mendapatkan pekerjaan dan uang.

Pak Gun mungkin ada benarnya, tapi kala itu pak Zairullah masih melakukan pembenahan di semua bidang untuk agar Tanah Bumbu maju ke depannya. Ibarat merintis pak Zairullah membuatkan jalan masuk untuk yang di belakang agar dapat sampai nyaman ke tujuan.

Kini situasinya sangat jauh berbeda. Aktivitas pertambangan batubara tak semarak dan semeriah pada era pak Zairullah. Peran Bupati sebagai pemberi ijin usah pertambangan tak bisa lagi karena sudah diambil alih oleh pihak Pemerintah Propinsi dalam hal ini Gubernur, yang tak menutup kemungkinan ke depannya akan diambil Pemerintah Pusat dari tangan Gubernur.

Mencari pekerjaan sudah sulit. 
Dulu di era pak Zairullah banyak tenaga yang bisa ditampung oleh Pemkab Tanah Bumbu yang diperkejakan sebagai Tenaga Honorer, yang kemudian banyak diantara mereka diangkat statusnya menjadi PNS. Tapi kini semua itu tak bisa lagi dilakukan Pemkab Tanah Bumbu, yang sebenarnya kelebihan atau surplus tenaga; Honorer dan Pegawai Tidak Tetap.

Memang ada benarnya istilah; tiap masa itu ada pemimpinnya, dan tiap pemimpin itu ada masanya. Sepertinya sekarang ini bukan lagi masanya pak Zairullah memimpin, karena masanya sudah sangat jauh berbeda. 

Anda yang membaca tulisan ini boleh tak sependapat. Ini bukan berita, tapi yang penulis ketahui tentang masa-masa pak Zairullah menjabat Bupati. (ISP)  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.