Dari Densus 88 Anti Teror ke Densus 86 Anti Tambang Ilegal - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Kamis, 06 Maret 2014

Dari Densus 88 Anti Teror ke Densus 86 Anti Tambang Ilegal

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror yang berada dibawah koordinasi Polri, tampaknya kurang kerjaan kali ini.

Kenapa saya katakan kurang kerjaan ? Dari nama kesatuannya saja sudah bisa dipastikan tugasnya adalah mengurusi masalah yang terkait teror atau teroris. Tapi kali ini justru malahan mengurusi masalah aktivitas penambangan ilegal, yakni penambangan batubara.

Adalah beberapa hari lalu sebanyak 10 personil dari Densus 88 Anti Teror, oleh PT. Arutmin Indonesia Tambang Satui, diturunkan ke lokasi PKP2B (Perjanjian Kontrak Penambangan Batubara) yang diduga terdapat aktivitas penambangan ilegal oleh beberapa pengusaha ataupun perusahaan.

Para personil Densus 88 itu dikerahkan ke lokasi milik PT. Arutmin Indonesia yang berada di wilayah Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel.
Hal itu terungkap atas keterangan seorang petinggi PT. Arutmin Indonesia Tambang Satui, M. Arsyad kepada wartawan yang mengkonfirmasinya pada Jumat (13/4/12) kemarin.
Menurut M. Arsyad, diturunkannya personil Densus 88 itu untuk mengamankan wilayah konsesi PKP2B yang diketahui selama ini sering ditambang dan dicuri oleh para pelaku penambangan ilegal.

Ketika ditanya kenapa personil Densus 88 Anti Teror yang diturunkan, M. Arsyad berkilah bahwa konsesi milik PT. Arutmin Indonesia itu merupakan aset negara. Maka siapa yang merusak aset negara itu menurutnya bisa dianggap teroris.

Namun sayangnya para personil Densus 88 Anti Teror yang diturunkan dengan berpakaian preman itu, dalam melakukan penertiban ternyata pilih-pilih. Tak urung terdapat sebuah perusahaan milik pengusaha lokal yang cukup dikenal dekat dengan Bupati setempat, yang mana juga melakukan aktivitas penambangan secara ilegal, justru dibiarkan tetap bekerja. Adapun yang jadi sasaran penertiban adalah para pelaku penambangan ilegal berskala kecil.

Saya pikir jika Densus 88 Anti Teror ini juga ikut cawe-cawe mengurusi masalah tambang, mungkin akan lebih pas jika namanya diganti menjadi Densus 86 Anti Tambang Ilegal, yang mana angka 86 ini sangat pas untuk tujuan baku atur alias cincai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.