Menjaring Rupiah dengan Banyak Media - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Kamis, 06 Maret 2014

Menjaring Rupiah dengan Banyak Media


Seseorang yang mengaku sebagai wartawan dengan satu media yang menjadi pegangannya sebagai tempatnya bekerja, wajar dan lumrah.
Bila seorang wartawan memegang 3 media sekaligus, media cetak pula (Koran), tak dapat dibayangkan betapa repotnya dia.

Ada beberapa kenalan saya, wartawan yang memegang beberapa media sekaligus. Tapi biasanya media yang dipegang berbeda jenis; Koran, radio, dan tivi, bukan pegang beberapa media yang sama jenisnya.

Untuk memperoleh uang insentif yang diberikan Pemkab setiap bulannya kepada para wartawan, beberapa orang wartawan di daerah saya, memegang beberapa Koran yang terbit secara mingguan; Koran mingguan.
Insentif yang lumayan sebesar Rp 1 juta setiap bulannya diberikan kepada wartawan yang bertugas di kabupaten kami, sangat menggiurkan dan memunculkan berbagai cara oleh para wartawan untuk memperolehnya.

Jadilah diantara para wartawan yang terdaftar di Bagian Humas Setkab, memiliki trik untuk mendapatkan insentif tersebut dengan masing-masing cara mereka. Ada diantaranya yang memegang 2 koran sekaligus dengan mendaftarkan saudaranya agar tak diketahui kalau dirinya sendiri yang memegang kedua Koran itu. Ada pula yang bahkan pegang 3 koran yang berbeda sekaligus, ia daftarkan istrinya dan anak lelakinya. Padahal si istri yang ia daftarkan itu sama sekali tak paham dan mengerti soal mencari dan membuat berita selain urusan dapur dan momong anak. Sementara si anak lelaki, masih sekolah, juga tak tahu menahu soal namanya yang terdaftar sebagai wartawan.

Dengan mendaftarkan saudara, istri, dan anak, maka setiap bulannya mereka ini bisa memperoleh uang insentif lebih besar daripada wartawan lainnya yang hanya pegang 1 media. Mereka yang mengambil kesempatan tersebut bisa meraup sebesar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan. Sedangkan berita untuk Koran-koran yang mereka pegang itu, isinya sama, judulnya saja yang agak berbeda.

Kemudian mereka yang pegang beberapa media sekaligus itu, diuntungkan pula uang peliputan yang disediakan oleh pihak Bagian Humas Setkab, yang nilainya sebesar Rp 150 ribu tiap peliputan. Kemudian keuntungan lainnya adalah, langganan Koran dan berita advertorial yang untuk setiap bulannya Koran mingguan mendapat jatah 4 berita dengan nilai imbalan sebesar Rp 1 juta per berita. Berarti untuk 1 koran mingguan dalam sebulannya dapat menghasilkan Rp 4 juta dari berita advertorial, bayangkan jika pegang 2 atau 3 koran mingguan sekaligus.

Inilah akibat dari banyaknya wartawan yang tak digaji oleh media tempatnya bekerja. Jadinya berbagai cara dihalalkan untuk bisa menghasilkan duit oleh para wartawannya. Kebebasan pers ternyata lebih diartikan bebas sebebasnya untuk dapat menghasilkan duit seenaknya dengan berbagai cara. Requem Pers Indonesia yang berkualitas, Rest In Peace !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.