Jangan Samakan Anas dengan Tukang Sayur - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 31 Maret 2014

Jangan Samakan Anas dengan Tukang Sayur


Beberapa waktu lalu KPK sudah memanggil Anas Urbaningrum, tapi yang dipanggil belum juga datang. Anas tidak tuli andai dipanggil dengan suara. Anas dipanggil melalui surat, pun Anas tidak buta huruf, dia orang pintar pasti bisa membaca. Andai Anas malas membaca surat panggilan, dia bisa minta bacakan ke para loyalis yang berada di sekitarnya.

Tapi kenapa Anas tidak segera datang memenuhi panggilan KPK ?
Jawaban Anas maupun dari para loyalisnya pasti berbeda dengan jawabab yang saya buat. Karena Anas itu bukan seorang tukang buah, dia juga bukan tukang penjual sayur keliling, apalagi seorang tukang gerobak.


Anas itu orang terhormat, terpelajar, politikus pula. Dia pasti punya berbagai alasan yang mungkin tak terpikir oleh orang awam seperti kita, sehingga dia tidak langsung memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa dan dimintai keterangan terkait proyek Hambalang. Saya yakin Anas tidak takut terhadap KPK, nyatanya dulu dia sempat membuat pernyataan berani digantung di Monas jika terbukti ikut menerima uang dari proyek Hambalang tersebut.

Jangan kita meremehkan Anas dengan mengatakannya takut terhadap KPK, itu berarti sama saja menyamakannya dengan tukang sayur yang takut dengan petugas Hansip.

Percayalah Anas sama sekali tidak takut terhadap siapapun, dia cuma takut kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui segala perbuatan makhlukNya. Anas waktu itu hanya masih sedang mengatur strategi politik karena dia memang seorang politikus.

Bagaimana jika KPK menjemput Anas secara paksa dengan bantuan kepolisian ?
Nah, ini dia yang kita semua tunggu apakah KPK punya nyali. Tapi ternyata Anas datang sendiri tanpa harus dijemput paksa. Anas memang seorang negarawan ? Silakan kita masing-masing menilainya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.