SELAMAT DATANG DAN BERKUNJUNG DI ISP 68 BLOG
Pangkat Bintara Pemasukan Jenderal - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Definition List

   # 

Senin, 31 Maret 2014

Pangkat Bintara Pemasukan Jenderal

Jadi pejabat publik menurut saya ada tidak enaknya; memberitahukan jumlah kekayaannya sebelum memangku jabatannya, dan kembali memberitahukannya setelah tak lagi menjabat.

Ini tentu berbeda dengan yang bukan pemangku jabatan, istilahnya jadi anak buah. Jika seorang anak buah yang tak memangku jabatan dan wewenang apapun, pensiun ya tinggal menikmati masa bebas tugas.

Saya amati begitu banyak PNS (termasuk anggota Polri) di daerah saya yang sudah mapan dan kaya di masa pensiunnya. Salah satu contoh sebut saja HM, dia ini pensiunan anggota Polri berpangkat Aiptu. Di masa pensiunnya yang belum sampai setahun ia nikmati, kehidupannya sudah sangat mapan dan cukup kaya. HM ini diktahui semenjak masih aktif sebagai anggota Polri, berbisnis BBM, menyuplai ke berbagai lokasi perusahaan pertambangan batubara. Di masa pensiun selain masih meneruskan bisnis BBM, ia pun merambah ke bisnis hiburan; membangun Tempat Hiburan Malam berupa tempat musik karaoke yang memperkerjakan wanita-wanita muda sebagai pemandunya.

Kehidupan HM ini membuat iri siapa saja yang mengetahui dan melihatnya; punya rumah pribadi yang bagus, beberapa mobil mahal, juga memiliki sepeda motor besar keluaran Italia. Duitnya pun tentu banyak.
Baru-baru tadi HM ini tertimpa musibah, lokasi tempat penimbunan BBM-nya meledak dan terbakar, ditaksir BBM yang ikut terbakar tak kurang dari 200 ribu liter atau 200 kiloliter, silakan dihitung sendiri berapa jumlah duitnya. Berita musibah klik disini


Menurut informasi dari beberapa pelaku usaha yang sama, BBM yang diperdagangkan oleh perusahaan milik HM ini bukan berasal dari depot Pertamina, tapi hasil membeli dari kapal-kapal yang menggelapkan BBM-nya.

Yang seperti HM itu cukup banyak di daerah saya. Ada yang berbisnis di bidang perkayuan, tambang batubara, ataupun membeli BBM terutama jenis Solar di SPBU dalam jumlah besar dengan harga subsidi lalu dijual kembali ke para penambang dengan harga industri. Mereka aman-aman dan lancar saja, dan kehidupan meteka tak kalah dengan yang berpangkat jenderal. Pangkat boleh bintara tapi pemasukan jenderal istilahnya.