Kompasiana; Menjadi Besar Namun Belum Berbagi - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 26 Maret 2014

Kompasiana; Menjadi Besar Namun Belum Berbagi


Tak terasa sudah hampir 3 tahun saya bergabung dan menulis di Kompasiana. Selama itu pula saya banyak dapat pengalaman dan hal-hal baru tentang menulis dari para Kompasianer lainnya.

Kegiatan menulis bagi saya baru pada tahapan kesenangan bila belum bisa dikatakan hobi. Saya masih sebagai penulis amatir; yang artinya belum mendapatkan bayaran dari hasil menulis. Jika semua tulisan saya itu dikoversikan, maka yang saya dapatkan hanyalah kepuasan bathin, bukan materi. Padahal untuk menulis, saya sudah menyediakan waktu, memberdayakan akal, pikiran, perasaan, nalar, akal budi, dan juga tentu saja mengeluarkan materi.

Seorang rekan Kompasianer mengungkapkan kepada saya; Kompasiana itu sudah dibesarkan oleh para penulis yang tak pernah dibayar. Dengan sudah besar dan terkenal pula, Kompasiana pun sudah menghasilkan pemasukan dari sponsor dan iklan.
Menurut rekan itu pula, selama ini Kompasiana tak transparan terkait penghasilan yang diperolehnya kepada para Kompasianer yang telah turut membesarkannya.


Saya tak pernah berpikir ke arah sana, pun menjadi mengerti akan arah pembicaraan rekan Kompasianer itu. Menurutnya Kompasiana mesti memberikan semacam reward kepada para penulisnya dengan perhitungan tertentu, sehingga meski banyak para penulis berpikir menulis cuma sebagai kesenangan semata, minimal ada feedback yang ia terima sebagai konpensasi.
Intinya adalah; Kompasina menjadi besar karena para penulisnya, menghasilkan uang, namun belum berbagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.