Maaf, Ada Hajatan, Jalan Kami Tutup - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 12 Maret 2014

Maaf, Ada Hajatan, Jalan Kami Tutup

foto : duniaimajiku.wordpress.com
Kemungkinan yang terpikir di benak adalah; jalan umum atau gang dibangun dari duit rakyat. Sehingga dengan seenaknya menggunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Maaf, jalan ini ditutup untuk kegiatan majelis taklim”, “Maaf, ada hajatan, jalan kami tutup”, atau “Maaf, jalan ditutup ada acara kawinan.”

Kalimat ini sangat sering kutemui di daerahku, baik warga yang menutup jalan umum, maupun gang. Dengan demikian terpaksa para pengendara yang menaiki mobil maupun sepeda motor akan berbalik arah. Warga yang menutup dan menggunakan fasilitas umum milik bersama ini sepertinya tak mengindahkan kepentingan orang lain untuk kepentingan pribadinya.

Kukira kegiatan apapun yang sifatnya mengundang orang banyak, sudah ada tempatnya yang layak; didalam rumah, di gedung, di lapangan terbuka, tak mesti menggunakan fasilitas seperti jalan umum maupun gang yang menjadi tempat lalulintas tiap orang setiap saat.

Ada pula yang tak kalah menjengkelkan, banyaknya rintangan di gang-gang yang dipasang berupa polisi tidur. Bayangkan, dengan panjang gang cuma 300-an meter, tapi dipasangi belasan polisi tidur yang dimaksudkan agar tak ada pengendara yang bisa ngebut. Sebetulnya tak masalah jika gang yang dipasangi polisi tidur itu dibangun secara pribadi oleh warga dengan patungan, tapi itu gang dibangun dari dana pemerintah daerah.

Dulunya mereka mengeluhkan kondisi gang mereka yang becek dan berlobang. Setelah gang itu diaspal hingga mulus, justru malahan dibikin tak lagi mulus dengan memasang polisi tidur.

Mengenai kedua perilaku masyarakat tersebut, tampaknya perlu penyadaran akan pentingnya menghargai kepentingan orang lain.

Tak perlu menutup jalan umum untuk keperluan pribadi ataupun kelompok. Untuk keperluan majelis taklim, dapat dilaksanakan di mushala ataupun di mesjid. Hajatan seperti pernikahan/perkawinan, sunatan yang mengundang orang banyak dengan hiburan, ada tempatnya di gedung ataupun lapangan terbuka, urusan tetek bengeknya yang terkait pendanaan silakan diurus dan diselesaikan sendiri.

Adapun perihal mencegah pengendara yang ngebut didalam gang, cukup memasang papan peringatan di depan atau muara gang; “Gang ini bukan arena racing”, “Tak ada manusia yang ngebut di gang ini”, “Silakan ngebut bila anda bukan manusia”, dan peringatan sejenis lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.