Main Sepak Bola Itu Tak Segampang Menonton - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 08 Maret 2014

Main Sepak Bola Itu Tak Segampang Menonton

Rasanya mau putus nafasku, seperti bernafas di ubun-ubun. Waktu yang cuma 20 menit itu cukup menyiksaku. Berlari kesana kemari mengejar bola, tak saja membuat nafasku terengah, tapi juga membuat sendi-sendi tulangku bagai mau copot.

Seingatku belasan tahun sudah aku tak pernah menendang bola, berlarian mengejarnya untuk merebutnya dari kaki pemain lawan.
Andai pak Bupati tak memintaku untuk ikut bermain futsal, pastilah aku tolak ajakan itu. Karena aku merasakan fisikku sudah tak sekuat dulu di kala masih berumur 20 tahunan.

“Ayo kejar bolanya !” Teriak beberapa penonton dari tepi lapangan.
Dengan nafas yang tersengal aku berlari berusaha merebut bola yang sedang digiring pemain lawan ke arah gawang kami.
Mendengar teriakan penonton yang dengan enaknya seolah seorang pelatih memberi instruksi, membuat perasaanku jengkel. Ingin rasanya aku berteriak ke arah mereka, “hei penonton, main sepakbola itu tidak gampang !”


Sebelum main tadi aku sudah pesan ke temanku bahwa aku hanya sanggup bermain selama 20 menit.
Sesuai permintaanku, aku pun diganti dengan pemain lain, temanku.
Dengan keringat yang membasahi sekujur tubuh, kaos jersey-ku basah oleh keringat, aku terduduk di tepi lapangan merasakan kelelahanku.
Kurasakan sendiri betapa bermain sepakbola itu memang benar-benar tidak segampang menonton.

Teringat aku Timnas yang selalu kalah dalam bertanding. Sementara banyak pihak tahunya cuma menyalahkan dan menghujat. Mereka ini tak merasakan sendiri betapa sulitnya para pemain Timnas itu berjuang keras untuk menang dengan berbagai taktik dan trik. Ditambah dengan para komentator yang selalu hadir di tivi, yang berbicara seakan mereka lebih pandai bermain sepakbola daripada para pemain yang berlaga di lapangan.
Penonton memang selalu merasa lebih pandai daripada pemain.
“Hei penonton, bermain sepakbola itu tak segampang ocehan dan komentarmu !”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.