Mengadili Koruptor Dengan Teriakan Maling - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Jumat, 28 Maret 2014

Mengadili Koruptor Dengan Teriakan Maling

Terlalu sering kita membaca pemberitaan terkiat tindak pidana korupsi dan pelakunya di berbagai media massa. Perilaku koruptif dan tindakan korupsi tampaknya nyaris merata di seluruh negeri ini. Tak berlebihan jika sampai ke pelosok desa atau kampung terpencil sekalipun.

Meski telah sekian banyak para pelaku korupsi dihukum, adil atau tidak menurut pendapat publik, namun tak menjadikan para koruptor jera. Selalu lahir koruptor baru setelah yang lama mendekam dibalik terali penjara. Para koruptor yang tertangkap sepertinya tak punya rasa malu meski disorot dan dijepret oleh puluhan kamera, disiarkan oleh media massa ke seantero negeri.

Tak jarang hukuman yang ditimpakan kepada para koruptor sangat jauh dari rasa keadilan masyarakat. Perlakuan yang istimewa pun mereka dapatkan ketika ditetapkan sebagai tersangka, hingga ke ruang tahanan. Seolah hukum di negeri ini memang dibuat berbeda terhadap para koruptor daripada para sekedar maling ayam, maling jemuran, maling coklat, maling biji sawit, dan para maling kecil sejenis yang mencuri karena desakan perut yang merintih untuk sekedar makan.

Hukum berpihak ?

Boleh jadi iya.
Pasti tak akan ada perlakuan dan pelayanan hukum istimewa terhadap para rakyat kecil dan miskin. Hukum di negeri ini ada yang mengibaratkan seperti seseorang membelah bambu; bagian bawah diinjak, sedangkan bagian atas diangkat. Atau ibarat pisau dapur pengupas bawang; tajam ke bawah, tumpul ke atas.


Nah, bila rakyat sudah tak mempercayai hukum itu tak mampu berlaku adil terhadap para koruptor, rakyat perlu meminta data-data berikut foto-foto para tersangka korupsi. Bila para koruptor itu bebas berkeliaran di tempat umum, teriaki saja “maling” agar digebuki oleh massa di sekitarnya. Ini cara jitu untuk menghakimi para koruptor yang cukup adil. Sudah terbukti teriakan kata “maling” sanggup menggerakkan massa untuk mengeroyok seorang Kapolsek yang bertugas di wilayah Sumatera Utara.

Selamat berburu koruptor !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.