Pelajaran Geografi Kurang Diminati? (Lagi) - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 11 Maret 2014

Pelajaran Geografi Kurang Diminati? (Lagi)

“Suku Minangkabau itu berada di Sulawesi, ya bang ?” tanya seorang remaja yang baru saja lulus SMA setahun lalu. Aku sering ketemu remaja yang cukup enerjik ini tiap sarapan pagi di warung makan langganan kami.

Aku pun menjawab, “Betul, suku Minangkabau itu berada di Sulawesi, tapi daerah asal mereka adalah Sumatera Barat.”

Aku pun menerangkan kepada remaja tersebut; suku bangsa apa saja menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Suku Bugis yang berasal dari Sulawesi, banyak yang bermukim di Papua, Kalimantan (khususnya Kaltim), suku bangsa Banjar yang berasal dari Kalimantan, banyak juga yag berada di Riau (terutama di Tembilahan), apalagi suku bangsa Jawa, mereka berada dimana-mana di seluruh wilayah Indonesia hingga ke mancanegara; Suriname dan Afrika Selatan.


Remaja yang baru lulus SMA (fresh graduate) ini mengherankan aku sebenarnya. Tampaknya para guru geografi tak berhasil membuat para muridnya memperhatikan pelajaran.

Ada pula seorang kenalanku yang beberapa minggu ini rajin menonton perhelatan piala Euro 2012 di televisi. Pertanyaannya kepadaku adalah, apakah Jerman yang menjadi tuan rumah. Aku jawab Ukraina dan Polandia yang menjadi tuan rumah. Namun ia mengatakan, bukankah Ukraina dan Polandia itu termasuk negara Jerman ?

Supaya ia tidak ngotot terus-terusan, aku pun menjelaskan kalau Ukraina itu merupakan negara pecahan Uni Soviet, sedangkan Polandia merupakan negara sendiri yang beribukota Warsawa dimana benderanya merupakan kebalikan dari warna bendera Indonesia.

Yang lebih rumit lagi ada yang mengira semua negara yang berada di kawasan Timur Tengah merupakan satu negara; Arab. Dan lebih celakanya lagi mengira seluruh bangsa Arab itu beragama Islam.

Beberapa lagu berbahasa Arab yang dinyanyikan oleh para penyanyi dari Lebanon, Syria dan Mesir yang bersyairkan cinta, dikira pula lagu-lagu shalawat.
Aku menyimpan beberapa lagu gereja berbahasa Arab, beberapa teman dan kenalanku ketika aku putarkan lagu-lagu tersebut menjadi sangat tertarik. “Nah, lagu-lagu ini bagus untuk diputar di surau menanti waktu shalat tiba,” cetus beberapa kenalanku itu.

Aku terpaksa menjelaskan kepada mereka kalau lagu-lagu yang barusan mereka dengar itu lagu-lagu Nasrani yang dibawakan oleh para penyanyi gereja di negara mereka sana, di beberapa negara di Timur Tengah yang berbahasa Arab.

Pelajaran geografi tampaknya kurang diminati ketika diajarkan di sekolah karena menyangkut hapalan berbagai tempat, suku bangsa, bahasa, agama, dan sebagainya di muka bumi. Sehingga banyak orang salah kaprah terkait hal-hal geografis.

Aku tinggal di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu propinsi Kalimantan Selatan, lahir di Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru propinsi Kalimantan Selatan pula, silakan cari di peta pulau Kalimantan.

Semoga tak seperti partner saya di Surabaya yang akan mengirimkan paket ke saya dengan tujuan Balikpapan Kalimantan Timur, hehehe………………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.