Program Tak Populer bagi Warga Kalsel - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 30 Maret 2014

Program Tak Populer bagi Warga Kalsel


Konversi Minyak Tanah ke Gas di Kalsel Dilanjutkan.”

Itulah judul dari pemberitaan di Metro News [dot] com.
Menurut pemberitaan tersebut, konversi minyak tanah ke gas elpiji akan dilanjutkan setelah 2 tahun terhenti. Elpiji akan kembali digulirkan ke warga berpenghasilan rendah di Kalsel.


4 wilayah di Kalsel telah terlebih dulu menerapkan konversi, yakni Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Balangan.
Adapun pembiayaannya berasal dari APBN murni dan sisanya dari APBN perubahan.


Kenapa tidak konversi ke batubara ?

Beberapa daerah kabupaten di Kalsel selama ini dikenal sebagai penghasil batubara, dan menjadi lumbung batubara. Mencari batubara di wilayah Kalsel tentu sangat mudah daripada gas yang tak serta merta siap pakai sebelum melalui beberapa proses.

Sangat terdengar aneh memang, wilayah yang menjadi lumbung batubara tetapi justru mengkonversi minyak tanah ke gas. Padahal keperluan konversi tersebut hanya berkisar untuk kebutuhan rumah tangga warga. Disamping itu langkah ini sebagai sebuah tindakan yang sangat tidak kreatif.
Pemerintah bukannya memfokuskan pada satu titik pemberdayaan penggunaan dan pengembangan Sumber Daya Alam (SDA) setempat untuk bisa dinikmati langsung oleh warganya, malahan menyodorkan alternatif lain.


Dengan melimpahnya deposit batubara di Kalsel, baik Pemerintah Pusat apalagi Pemerintah Daerah; semestinya mencari upaya dan usaha agar SDA yang memang terdapat di daerah untuk bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Batubara cuma diperdagangkan.

Selama ini batubara Kalsel yang berasal dari beberapa daerah kabupaten, cuma diperdagangkan untuk dikirim keluar daerah. Belum terdengar ada upaya serius dari pemerintah daerah untuk mengupayakan batubara bagi keperluan warganya.

Konversi minyak tanah ke gas, pasti tidak sepopuler seandainya konversi minyak tanah ke batubara. Kenapa pemerintah tidak mengupayakan penggunaan batubara untuk diproduksi menjadi briket secara massal di Kalsel. Tujuan konversi juga hanya sebatas keperluan dan kebutuhan dapur. Daripada mesti membagikan puluhan ribu regulator elpiji, tentu dana APBN akan lebih baik digunakan untuk penelitian, pengembangan dan memproduksi batubara menjadi briket untuk keperluan warga.

Konversi minyak tanah ke gas untuk warga Kalsel; kurang tepat, akan sangat tepat jika konversi ke batubara. Karena jangan biarkan warga cuma mendengar, melihat dan tahu daerahnya memiliki deposit batubara sangat besar, tapi tak pernah memanfaatkan dan menikmatinya secara langsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.