Susahnya Terima Hadiah Hari Ini - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 29 Maret 2014

Susahnya Terima Hadiah Hari Ini

“Siapa yang tak senang diberi hadiah ? Ga usah munafik deh,” kata Vitalia Sesha, salah seorang wanita cantik yang diduga menerima pemberian dari Ahmad Fathanah, tersangka korupsi suap impor daging sapi.

Kalimat tersebut diucapkan oleh janda dengan 2 anak bernama asli Andi Novitalia itu pada sebuah konperensi pers di sebuah stasiun televisi swasta nasional.

Entahlah kenapa saya suka mendengar ucapan model cantik itu. Mungkin karena selama ini saya sendiri belum pernah menerima hadiah dalam jumlah besar dari seseorang. (memangnya saya ini apa dan siapa, hehe…..)

Kenapa menolak pemberian atau hadiah ?

Jangankan manusia yang memberikan hadiah, seandainya makhluk selain manusia pun, misalnya jin atau makhluk lelembut lainnya; kebanyakan orang dipastikan akan menerimanya. Apalagi dengan kondisi perekonomian dan tingkat kesejahteraan rakyat di negeri ini yang sebagian besar dibawah garis kemiskinan.

Misalkan yang menerima hadiah pun dari kalangan yang mampu, mereka juga tak lantas dipersalahkan. Namanya juga hadiah, yang penting bukan mencuri. Sehingga ada saja yang berpendapat; jika memang perlu, duit dari setan pun diambil.

Bila seseorang memberikan hadiah, dipastikan ada sesuatu yang menjadi tujuan tersembunyi yang hanya diketahui oleh si pemberi. Misalkan seorang pria memberikan hadiah kepada seorang wanita, cantik pula; dipastikan ia mengharapkan perhatian, kasih sayang dan bahkan cinta si wanita.

Sebaliknya bila si pria memberikan hadiah ke sesama pria; mungkin tujuannya agar si penerima hadiah akan bersedia membantunya dalam hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh si pemberi hadiah.

Wajar.

Terlepas uang dari mana untuk membeli hadiah, adalah wajar saja seseorang menerima hadiah maupun pemberian.

Si penerima hadiah tentu tidak mungkin mempertanyakan dari mana uang untuk membeli hadiah berasal. Bahkan juga tak etis menduga-duga, karena menduga itu sudah mendekati prasangka buruk terhadap seseorang.

Kita bukan anggota KPK.

Selain anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memang harus steril dari segala macam bentuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), rasanya bukan menjadi tugas kita menduga-duga tiap orang melakukan KKN ataupun pencucian uang (money laundring).

Di tengah-tengah berbagai kesulitan dan himpitan biaya hidup yang dirasakan oleh sebagian besar rakyat negeri ini, sepertinya sangat kurang kerjaan sempat-sempatnya masih menduga-duga penghasilan dan pendapatan orang lain. Urusan memberantas KKN dan money laundring sudah ada yang mengurusinya. Urusan siapa yang mau memberi hadiah, apalagi dalam jumlah cukup besar, ini urusan si pemberi hadiah dan penerimanya; kalau sama-sama senang, tanpa paksaan, mengapa ditolak, belum tentu dapat kesempatan berikutnya. Jangan menolak rejeki; sayang, Tuhan memberikan rejeki dari arah mana saja yang tidak kita duga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.