Setan Kesal, Jatah Kuda Dibilang Pil Setan - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 24 Maret 2014

Setan Kesal, Jatah Kuda Dibilang Pil Setan


“Dasar manusia, jatah untuk kuda diembat juga,” cetus Afrit yang merupakan keturunan dari Ifrit si Raja Jin.
“Emangnya tuh manusia makan rumput jatah kuda ?” tanya Luciferando yang ayahnya ngefans banget sama Ronaldo, salah sesetan (bukan orang, makanya bukan seorang) cucunya Lucifer mbahnya setan penasaran.
“Setan bego loe, ga melek sejarah manusia. Maksud gue jatah kuda itu adalah ecstacy,” jelas Afrit sambil melototkan matanya hingga pupilnya loncat keluar.
“Emang apa hubungan antara manusia, kuda dan ecstacy ?” tambah penasaran si Luciferando.


Afrit yang kesal dikejar oleh pertanyaan Luciferando pun, memungut pupil matanya yang tadi sempat loncat, memasangnya kembali seperti memasang kacamata. Namanya juga setan, apa saja bisa mereka lakukan.
Afrit melangkah ke balik pohon beringin besar, kemudian keluar dari sana sambil menenteng gadget; satu unit tablet keluaran terbaru produk salah satu vendor kenamaan di negeri setan, merknya Wevil alias We’re Evil.


“Sini loe dekat-dekat biar gue kasih tau masalah jatah kuda itu,” panggil Afrit ke Luciferando yang cetar seketika sudah berada dekat Afrit.
Si Afrit yang lulusan ITS (Institut Teknologi Setan) ini cukup paham ilmu IT, pun mengoperasikan tablet di tangannya. Akhirnya berkat bantuan Mbah Goovil (Google-nya bangsa Setan), ketemu juga data yang dicari.
Menurut pencarian Mbah Goovil, ecstacy ditemukan manusia pada penghujung abad ke-19 oleh laboratorium farmasi Merck di Jerman. Awalnya penemuan itu diperuntukkan kuda pacu agar tak merasa lelah saat lari di gelanggang pacuan alias doping untuk kuda pacu. Dari negeri Jerman, ecstacy dibawa ke Belanda yang bertetanggga dekat. Nah, dari negeri mantan penjajah Indonesia inilah ecstacy tidak saja dikonsumsi kuda, tapi juga oleh manusia, sehingga kemudian menyebar ke berbagai belahan bumi.


“Pantesan manusia yang nelan ecstacy itu kelakuannya mirip-mirip kuda,” ujar Luciferando terkekeh sehingga taringnya yang panjang keluar semua sambil ileran.
“Yah begitulah manusia, apa saja yang bukan jatahnya diembat. Yang gue ga suka jelas-jelas pil itu bikinan manusia, tapi dibilang pil setan,” saking jengkelnya si Afrit gadget tablet-nya ia lemparkan hingga nyangkut diatas dahan pohon beringin.


*Para pembaca yang sempat merasakan ecstacy, mohon maaf jangan merasa seperti kuda. Jangan marah ke saya, kemarahan anda alamatkan ke setan dan Mbah Goovil, hahaha.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.