SELAMAT DATANG DAN BERKUNJUNG DI ISP 68 BLOG
Sumpah Pemuda dan Perusak Bahasa - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

TONTON CERAMAH USTAD KHALID BASALAMAH DISINI

Minggu, 30 Maret 2014

Sumpah Pemuda dan Perusak Bahasa

“Bibirnya bak buah delima merekah.”

Itulah ungkapan yang pernah saya dengar. Ungkapan diatas jika dialihbahasakan ke Inggris, kira-kira berubah jadi “her lips are like pomegranate cracking”.

Akhir-akhir ini sering kali saya dengar  narasi sebuah iklan produk minuman instant yang menyebut kata “buah pome”, yang tidak lain adalah buah delima.


Kenapa sih sulit sekali menyebut kata “delima” yang memang asli bahasa Indonesia, malahan suka menyebut kata “pome” (kependekan dari Pomegranate) ?  Lagi-lagi bahasa Indonesia dirusak oleh keterlibatan peran media.

Masih terkait iklan di media massa, di salah satu stasiun telepisi swasta (sengaja saya tulis Telepisi bukan Televisi, karena bahasa Indonesia sebenarnya tak menggunakan konsonan V). Untuk pertunjukan musik penyanyi Barat terkenal, George Benson, Panitia menyediakan tiket masuk untuk sekian couple (dibaca Kapel), kedengarannya seperti kata “kapal”.

Lagi-lagi terkesan seolah sulit dan gengsi menyebut kata “pasangan” untuk mengganti kata “couple” yang bahasa Inggris totok.

Agaknya akan semakin banyak orang-orang seperti Vicky, Syahrini, Cinta Laura, dan sejenisnya yang sok ke-Baratan, mencampur aduk berbagai bahasa Barat dengan bahasa Indonesia. Peringatan Hari Sumpah Pemuda baru saja berlalu; berbahasa satu, bahasa Indonesia. Orang-orang seperti yang saya sebutkan diatas adalah musuh dari Sumpah Pemuda, serta musuh bersama bahasa Indonesia dan bahasa Inggris terutama. Dan, mereka yang mencampur aduk bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris khususnya, sepertinya ingin dikatakan terpelajar, atau demi gengsi supaya dikatakan moderen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.