Tetap Bangga dengan Denny Indrayana - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 17 Maret 2014

Tetap Bangga dengan Denny Indrayana

Ketika Denny Indrayana (lahir di Kotabaru, 11 Desember 1972)* menjabat sebagai Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, disinilah saya mengetahui dari seorang teman yang mengatakan Denny merupakan “Urang Banjar” kelahiran Kotabaru Pulau Laut, sebuah kabupaten didalam wilayah Propinsi Kalimantan Selatan yang letak ibukota kabupatennya di sebuah pulau yang terpisah dari daratan pulau Kalimantan.
Ada perasaan bangga di relung hati saya, seorang putra kelahiran kampung halaman saya bisa menduduki jabatan tinggi di pemerintahan.


Saat Denny Indrayana dilantik menjadi Wamen Hukum dan HAM, kebanggaan saya pun makin bertambah, meski ia belum jadi Menteri seperti beberapa “urang Banjar” yang kini dan sempat jadi Menteri seperti; KH Idham Khalid (Menko Kesra RI Pertama)*, Saadillah Mursjid (Mensetneg RI Ke-5)*, Syamsul Mu’arif (Menteri Infokom RI Pertama)*, Taufiq Effendi (Menteri Negera PAN dan Reformasi Birokrasi RI Ke-11)*, Gusti Muhammad Hatta (Mantan Menteri LH RI Ke-8, yang kini menjabat sebagai Menteri Perindustrian RI)*.

Dalam beberapa hari terakhir Denny Indrayana diberitakan di banyak media massa sedang menuai masalah akibat dari “kicauannya” di jejaring sosial Twitter. Para Advokat dibuat gerah oleh kicauan Denny.
Sebelumnya Denny sempat pula diberitakan oleh media massa terkait dugaan menampar seorang petugas sipir Lapas. Itulah resiko seseorang jika telah menjadi publik figur, apapun yang dia lakukan baik maupun buruk akan menjadi konsumsi media.
Sebagai sesama “urang Banjar”, saya sangat paham dengan tipikal kebanyakan warga etnis Banjar yang temperamen dan meledak-ledak namun kebanyakan pula tanpa pikir akibat akhirnya. Tapi tak sedikit pula dari mereka yang kalem dan santun.
Dan apapun yang sudah dilakukan oleh Denny, resikonya mesti dipertanggung jawabkan, itu tetap tak mengurangi kebanggan saya terhadapnya.


*Sumber dari Wikipedia Bahasa Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.