Tuhan Mati, Hidup, dan Terlahir Kembali - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Sabtu, 22 Maret 2014

Tuhan Mati, Hidup, dan Terlahir Kembali

Dari sejak manusia pertama; Adam, sejak setelah diciptakan bersama pasangannya; Eva (Hawa), mereka berdua sudah membunuh Tuhan yang menciptakan mereka.

Mereka berdua membunuh Tuhan dalam pikiran, perasaan dan kesadaran. Saya menggunakan istilah “membunuh” untuk menyatakan lupa akan keberadaan Tuhan berserta perintah dan larangan-Nya.

Berbagai bangsa silih berganti membunuh Tuhan dan menguburkan-Nya. Kamudian berbagai bangsa pula melahirkan, menghidupkan, membangkitkan Tuhan dari pusara melalui para Utusan, Nabi dan Rasul.

Manusia sejak ribuan bahkan mungkin jutaan tahun lalu hingga kini, selalu dengan mudah membunuh Tuhan, menggantinya dengan berhala-berhala sesembahan mereka. Berhala yang tidak saja berupa patung tak bernyawa, tapi juga berhala dalam bentuk-bentuk lain seperti; materi, jabatan, manusia, hingga ideologi.

Begitulah manusia dengan mudahnya membunuh dan kemudian menghidupkan serta melahirkan Tuhan dalam pikiran, perasaan dan kesadarannya.
Sudah terlalu banyak makam dan pusara Tuhan yang tertancap dalam hati manusia sehingga kita tak mungkin dapat menghitungnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.