Warga Pelosok Desa Tak Nikmati BBM Bersubsidi - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 30 Maret 2014

Warga Pelosok Desa Tak Nikmati BBM Bersubsidi


Sejak beberapa menit lalu aku memperhatikan sebuah mobil pick up tertutup sedang mengisi BBM di sebuah SPBU di kota kami. Saat itu aku sedang antri akan mengisi BBM untuk sepeda motor. Aku berada diantara puluhan sepeda motor lainnya yang sedang antri. Padahal andai saja aku berhasil menemukan pedagang eceran yang menjual bensin seperti beberapa hari lalu, aku pasti memilih membeli di eceran daripada ikut antri cukup lama.

Membeli bensin di kios pengecer harganya jauh lebih mahal memang daripada membeli bensin bersubsidi di SPBU. Harga bensin di kios eceran rata-rata Rp 6 ribu per liter jika stok di SPBU normal. Tapi jika stok di SPBU sedang habis karena pasokan terlambat dari Pertamina, harga di eceran bisa naik menjadi Rp 6.500 atau Rp 7 ribu per liter. Jika terjadi kelangkaan bensin dalam beberapa hari, tak jarang harga eceran melambung menjadi Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu bahkan lebih per liter.

Jika ikut antri di SPBU untuk memperoleh harga bensin bersubsidi Rp 4.500 per liter, akan menghabiskan waktu cukup lama, padahal cuma ingin memperoleh 3 liter untuk keperluan sepeda motor, namun sudah cukup membuang waktu yang sangat berharga. Bisa saja gara-gara terlalu lama antri di SPBU, urusan penting yang bakal jadi duit, tertunda, atau bahkan hilang sama sekali.

Sudah cukup lama agaknya mobil pick up itu mengisi BBM di salah satu mesin pompa di sudut lain di SPBU itu. Kuingat-ingat sudah hampir 1 jam mengisi belum juga berhenti. Ketika tiba giliranku mengisi bensin, seusainya aku yang penasaran menuju mesin pompa dimana mobil pick up itu sedang m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.