Ketika Anggota Polisi Main Pukul dan Bergaya Cowboy - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 30 Maret 2014

Ketika Anggota Polisi Main Pukul dan Bergaya Cowboy

Tulisan ini pertama kali diposting pada 15 Juni 2013 di Kompasiana.

Para pengunjung warung lapak di lokasi Pusat Perbelanjaan Tanah Bumbu, atau biasa dikenal dengan sebutan Pasar Minggu, terkejut. Apa hal ? Salah seorang dari beberapa anggota polisi, yang tak berpakaian dinas yang datang ke lokasi itu, melepaskan tembakan ke atas sebanyak 4 kali. Kejadian itu Senin malam, atau malam Selasa, sekitar pukul 02.00 WITa dini hari.

Menurut para pengunjung, kedatangan beberapa anggota polisi dari Polsek Simpang Empat Polres Tanah Bumbu Polda Kalsel itu, mencari beberapa orang yang dilaporkan telah melakukan penyerangan terhadap rumah seorang warga. Mereka datang ke lokasi tempat warung lapak, tak menemukan para penyerang itu. Tak menemukan yang mereka dicari, mereka mengamankan beberapa sepeda motor, juga membawa beberapa orang pengunjung yang sedang duduk di salah satu warung. Bahkan mereka sempat memukuli warga yang berada di lokasi tersebut.

Para warga pengunjung warung yang terkejut pun tak urung heran atas tindakan anggota polisi yang melakukan penembakan ke atas, sementara tak ada buronan atau siapapun yang perlu diberi tembakan peringatan. Meski kebanyakan warga awam terhadap prosedur melepaskan tembakan oleh anggota kepolisian, namun mereka mengerti jika tembakan peringatan ke atas itu ditujukan terhadap buronan yang mencoba atau melarikan diri.

Perilaku Arogan dan Menakuti Warga.

Jika mengacu kepada semboyan kepolisian; melindungi dan mengayomi, maka tindakan anggota polisi itu sangat bertentangan, dan sama sekali tidak pantas dilakukan. Jika perilaku anggota kepolisian seperti itu, akan semakin menambah ketidak simpatian masyarakat kepada institusi kepolisian.

Apalagi sampai melakukan tindakan pemukulan terhadap orang yang tidak bersalah dan tak mengerti masalah.

Tindakan ngawur. Itulah tanggapan para warga pengunjung warung terhadap tindakan melakukan tembakan ke atas tanpa tujuan. Itu sama saja bertindak seolah menakut-nakuti warga, pongah, sombong dan arogan, mentang-mentang berpakaian dinas dan berpistol. Lalu apa bedanya antara anggota kepolisian kita dengan para cowboy dalam film western ?

Institusi tempat bertugas anggota polisi seperti itu mesti mengambil tindakan tegas. Melakukan pemeriksaan psikis terhadap anggota bersangkutan, dan menarik senjata api yang menjadi pegangannya agar tidak disalah gunakan.

Adanya aksi menembak ke atas sebanyak 4 kali oleh salah seorang anggota polisi dari Polsek Simpang Empat berinisial Fir, itupun besok siangnya menjadi topik hangat pembicaraan warga di lokasi dan sekitar tempat warung lapak. Mereka berharap atasan langsung dari anggota polisi itu, maupun Polres setempat agar mengambil tindakan atas perilaku yang sama sekali bertentangan dengan semboyan; melindungi dan mengayomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.