WC yang Bikin Kusengsara - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 05 Maret 2014

WC yang Bikin Kusengsara

Ini kejadian yang paling gila, paling sial, paling tragis, dan paling-paling yang lainnya.

Awal kejadian pagi itu aku diminta bantuan oleh seorang teman agar mengantar dia ke sebuah bank untuk buka rekening.

Aku sudah beberapa hari menginap di rumahnya. Sebelum mengantar dia ke bank, kami mampir dulu ke sebuah warung. Disana kami sempat minum teh.

Usai minum teh aku tak merasakan ada kelainan. Perutku tak merasakan apa-apa. Namun saat aku menyetir mobil dalam perjalanan ke bank, perutku tak bisa diajak kompromi (memangnya anggota DPR yang mudah diajak kompromi, hehe….).

Perutku rasanya mules luar biasa. Aku terpaksa cuma mengantar teman, tak menungguinya hingga selesai buka rekening.

Aku pun ngebut balik ke rumah teman untuk buang hajat. Alamak…..sesampainya di rumah teman, rumah dalam kondisi terkunci. Rupanya istri temanku sedang keluar, padahal aku sudah sangat kebelet. Aku pun kelabakan harus be’ol dimana. Untunglah di belakang samping rumah terdapat WC lama yang tampaknya masih berfungsi. Aku bergegas menuju WC tersebut. Namun memang nasib sedang sial, disana tak ada pula air untuk cebok.

Padahal terdapat sumur disamping WC yang airnya tampak jernih. Aku celingukan mencari timba untuk mengambil air. Lagi-lagi timba pun tak ada. Sementara perutku tambah mules.

Alternatif terakhir, aku nekad masuk ke WC, buka celana, namun karena sudah tak kuat menahan “ampas” yang mau keluar, tak urung aku sempat be’ol di celana sebelum jongkok di lubang WC. Alhasil celana dalam yang belepotan ampas kuning itupun aku lepas lalu kulempar keluar WC.

Sambil be’ol aku berpikir gimana caranya cebok. Syukurlah, rupanya diantara kesialan itu masih terdapat pertolongan pertama pada percebokan, hehehe……..

Terdapat pohon pisang di belakang WC yang daunnya menjulur hingga masuk kedalam bangunan WC. Tak ada air, daun pisang pun jadi. Lega…….meski aku harus menunggu tuan rumah pulang untuk mendapatkan air buat cebok yang sesungguhnya.

Itu pengalaman pribadi yang baru pertama kali kualami, semoga ke depannya tak ada to be continued. Tak salah kata seorang teman, hal yang paling membahagiakan adalah; kebelet mau be’ol, WC bersih tak ada yang sedang antri, air buat ceboknya penuh, kemudian sambil merokok pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.