Berita Kepada Kawan; Jakarta Banjir - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Selasa, 01 April 2014

Berita Kepada Kawan; Jakarta Banjir

Jakarta kebanjiran

Jakarta jadi tujuan BANjir

Bukankah memang setiap hari Jakarta menjadi tujuan BAN; ban roda dua, roda tiga, roda empat, dan banyak ban lainnya dari berbagai arah, tapi secara berkala kedatangan BAN yang spesial, yakni BANjir (bukan singkatan dari Ban Tajir, hehe…..)

Banjir, menurut salah seorang pejabat di daerah saya; hal yang biasa-biasa saja. Cuma air yang sedang kumpul-kumpul reuni, makanya tak sering-sering banjir, ada kalanya seperti orang reuni.

Jakarta kebanjiran, media massa sibuk memberitakan setiap saat seolah tempat lain yang juga banjir tak begitu penting, hanya diberitakan sekali tayang dan sekilas. Para selebriti pun ikut ambil bagian numpang tayang dikarenakan peduli korban kebajiran.

Saat ini di Manado juga kebanjiran disertai longsor. Gunung Sinabung di Sumatera tak juga mau mengalah ikut menambah koleksi bencana untuk anak bangsa ini. Pemberitaan media massa terhadap kedua daerah yang sama mengalami bencana itu tak seheboh seperti Jakarta. Mungkin dikarenakan Jakarta itu khusus sesuai embel-embelnya DKI; Daerah Khusus Ibukota.

Di daerah kami juga sering banjir. Bukan dikarenakan warga kami sembarangan membuang sampah seperti warga Jakarta. Daerah kami banjir disebabkan oleh penebangan hutan baik yang dilakukan secara ilegal melalui para pemegang HPH (Hak Pengusahaan Hutan) maupun secara liar (illegal logging). Hasil dari kedua cara penebangan hutan itu duitnya lebih banyak mengucur ke Jakarta; masuk ke kas negara (yang legal), dan masuk ke kocek pribadi oknum pejabat yang kebanyakan menghabiskan duitnya di Jakarta.
Daerah kami banjir karena terdapatnya pertambangan batubara yang membuat lubang besar menganga seperti danau. Duit hasilnya juga mengucur ke Jakarta, warga daerah kami tinggal menunggu kapan air yang tertampung di danau-danau buatan itu melakukan reuni; banjir.


Warga daerah kami tiap kali kebanjiran tak bisa menyalahkan Bupati maupun Gubernur, tapi yang dipersalahkan adalah pihak-pihak yang secara langsung menimbulkan banjir; pengusaha kayu dan tambang. Pejabat di daerah bisa berdalih mereka cuma melaksanakan kebijakan Pemerintah Pusat, lagi-lagi Jakarta.

Tulisan ini saya maksudkan sebagai berita kepada kawan. Banjir, longsor, gunung meletus, gempa dan lainnya, merupakan bencana yang ditimbulkan oleh tak adanya keseimbangan alam dengan makhluk lainnya terutama manusia. Jika pun bukan diakibatkan oleh ketidak seimbangan alam, mungkin Tuhan mulai bosan dengan berbagai tingkah dan perilaku manusia yang selalu berbuat dosa tanpa merasa bersalah malahan berbuat dosa sudah dianggap suatu kebutuhan.

Bicara soal berbuat dosa, saya kira di Jakarta lah tempatnya, tempat tujuan, tempat terkumpulnya berbagai dosa dan kemaksiatan. Apapun yang tak dimiliki di daerah lain di Indonesia semua ada di Jakarta; dari garam, gedung megah hingga mobil super mewah. Berbagai hiburan dalam bentuk apapun semua ada di Jakarta; tak terkecuali yang berbau esek-esek, prostitusi terselubung di hotel dan Tempat Hiburan Malam, penari striptease, bahkan penari telanjang.
Bukan berarti di Jakarta sedikit terdapat orang baik, banyak, tapi tak seimbang dengan mereka yang lebih banyak berbuat berbagai kemaksiatan dan dosa.


Kawan coba dengar apa jawabnya, ketika ia kutanya mengapa…….
Ayah ibunya telah lama mati, ditelan bencana tanah ini…….


Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa……
Atau alam mulai bosan bersahsbat dengan kita, ayo kita bertanya pada rumput yang bergoyang…….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.