Indonesia di Final Piala Dunia 1974 - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 02 April 2014

Indonesia di Final Piala Dunia 1974


Perhelatan Piala Dunia Sepakbola di Brazil 2014 tinggal beberapa bulan lagi. Ajang sepakbola akbar 4 tahunan ini sangat ditunggu banyak orang tak terkecuali di Indonesia. Ada hal yang menarik di Indonesia terkait pelaksanaan Piala Dunia ini, dimana-mana banyak digelar nonton bareng (Nobar) pertandingan langsung melalui televisi yang disiarkan oleh stasiun yang memperoleh hak siar.

Meski Indonesia sejak kemerdekaannya hingga kini belum pernah berhasil melaju ke ajang Piala Dunia, tapi Indonesia pernah ikut ambil bagian di ajang ini dalam bentuk yang lain. Indonesia pernah diwakili oleh satu keping koin (uang receh) senilai Rp 2.000 di ajang final Piala Dunia Sepakbola pada tahun 1974 di Jerman Barat (sebelum reunifikasi). Wasit yang memimpin final antara Timnas Sepakbola Jerman Barat melawan Timnas Belanda, Jack Taylor dari Inggris menggunakan koin Indonesia untuk mengundi siapa yang lebih dulu membagi bola antara kedua Kapten Timnas; Franz Beckenbauer (Jerman Barat) dengan Johan Cruyff (Belanda).

Mata uang Indonesia berbentuk koin senilai Rp 2.000 diterbitkan oleh Bank Sentral Indonesia pada tahun 1974 sebanyak 43 ribu keping. Koin ini bergambar seekor harimau jawa dan lambang garuda Pancasila di masing-masing sisinya.

Dengan kondisi persepakbolaan Indonesia yang prestasinya timbul tenggelam, rasanya jarak masih jauh bagi Timnas Indonesia untuk ikut berlaga di ajang Piala Dunia, apalagi dengan posisi peringkat FIFA di urutan 162. Meski para pemain Timnas Sepakbola Indonesia belum pernah berlaga sekalipun di ajang yang sangat bergengsi ini, nama Indonesia jauh sebelumnya sudah disebut melalui koin untuk pengundi pembagi bola yang digunakan oleh Wasit Jack Taylor, thanks Mr Taylor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.