Lupakan Ego, Belajar Dari Torres - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Rabu, 30 Juli 2014

Lupakan Ego, Belajar Dari Torres


Jose Mourinho berteriak-teriak sambil menepuk dadanya seusai Chelsea mengalahkan Liverpool di ajang Premier League atau Liga Inggris. Entah apa yang diteriakkan si Special One itu, entah ia berteriak dalam bahasa ibunya, Porto, ataukah dalam bahasanya Ratu Elizabeth, aku tak tahu, karena aku cuma bisa melihatnya melalui layar kaca.

Sebagai penggemar Chelsea, aku sudah bersiap-siap di depan telepisi beberapa menit sebelum pertandingan dimulai. Aku tak ingin kehilangan momen sedikit pun menyaksikan para pemain Chelsea beraksi; Demba Ba, Mohamed Salah, Willian, Fernando Torres, Andre Schurrle, dan lainnya.

Skuad Chelsea datang ke Stadion Anfield kandang Liverpool sebagai tim tamu beberapa hari lalu. 2 gol cukup membuat para pendukung tim tuan rumah tertunduk lesu. Dimulai dari gol Demba Ba di menit-menit akhir babak pertama. Demba Ba mengambil bola dari penguasaan Steven Gerrard yang terjatuh setelah menerima operan dari rekannya. Si Hitam Ba berlari kencang menggiring bola ke arah gawang, meski Gerrard berusaha mengejar, kalah cepat, gol……..Demba Ba sujud syukur sebagai bentuk selebrasinya usai membobol gawang lawan.

Tim tuan rumah tambah tertinggal di babak kedua. Masuknya Fernando Torres sebagai pemain pengganti, membuahkan hasil. Gol kedua tercipta atas assist yang diberikannya kepada Willian. Torres berhasil membawa bola dari area pertahanan Chelsea melewati para pemain Liverpool. Willian berlari mengiringi Torres di sisi kanan. Mereka berdua tinggal berhadapan dengan kiper Liverpool.
Semula aku mengira Torres akan menembakkan bola ke gawang lawan, tapi perkiraanku salah, ia mengopernya ke Willian yang dengan santainya memasukkan bola.
Ini yang membuatku salut terhadap Torres. Dia melupakan egonya sebagai seorang pemain yang cukup terkenal. Torres benar-benar profesional, berkerja secara tim untuk kemenangan klubnya. Padahal bisa saja ia sendiri yang melakukan tembakan ke gawang Liverpool dengan mengabaikan Willian. Selamat buat Chelsea dan Special One, Mou.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.