Puasa, Sudahkah Kita Dapat Hikmahnya ? - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 04 Mei 2020

Puasa, Sudahkah Kita Dapat Hikmahnya ?




Berbicara soal puasa dan apa itu puasa saya kira tak perlu dijelaskan kepada umat Islam dimana pun, karena mereka pasti sudah sangat tahu dan paham.

Dalam perspektif pribadi saya puasa bukanlah hal yang istimewa karena ibadah ini sudah merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang sudah akil baligh dan tergolong mampu terutama secara fisik.

Saya lebih memandang dari perspektif ekonomi dimana sisi ini sangat terkait erat dengan kehidupan sehari-hari.

Puasa mengajarkan rasa empati dan simpati kepada mereka yang serba kekurangan setiap harinya. Dengan berpuasa setiap umat Islam menjadi tahu dan mengerti betapa tidak nyamannya kehidupan mereka yang belum beruntung dan serba kekurangan.

Puasa seyogianya tak cuma menahan haus dan lapar tapi mengendalikan hawa nafsu apa saja; mengendalikan nafsu kerakusan terhadap apa saja yang berlebihan apalagi terhadap hak orang lain.

Pertanyaannya adalah apakah kita berpuasa masih pada tahap menahan haus dan lapar ?
Mungkin saja. Karena tak sedikit orang yang berpuasa hanya masih mampu pada tahap menahan haus dan lapar, nyatanya tak sedikit diantara kita yang masih melakukan 'balas dendam' di saat berbuka puasa. Menjadi sangat rakus terhadap apa saja yang terhidang di hadapan seolah-olah di hari-hari ke depan kita tak bakal bisa lagi menikmati semua hidangan itu.

Sesuatu yang istimewa dari puasa (baca : bulan puasa) adalah peningkatan ibadah dan hasil akhir dari ibadah puasa dimana setiap kita mendapatkan pelajaran dan hikmah dari berpuasa; menjadi lebih berempati dan bersimpati kepada sesama terutama yang hidup dalam serba kekurangan.

Bukan maksud menggurui siapapun namun kembali mengingatkan bahwa terdapat pelajaran dan hikmah yang luar biasa pada ibadah puasa sehingga Allah sampai berfirman, "hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa."

Kata 'beriman' sudah pasti bisa disematkan kepada setiap Muslim dan Muslimah selama mereka tidak syirik atau menyekutukan Allah dengan apa dan siapapun, tapi kata 'takwa' belum tentu bisa disematkan kepada setiap Muslim dan Muslimah sebelum mereka diuji diantaranya dengan ibadah puasa. Akhirnya selamat berpuasa, semoga kita menjadi orang yang tetap beriman sekaligus bertakwa. (ISP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.