Bertato; Untung Tak Ada Lagi Petrus - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Jumat, 28 Maret 2014

Bertato; Untung Tak Ada Lagi Petrus


Namanya juga remaja dalam masa pencarian jati diri. Supaya tampak keren dan gagah, tak akan dipikirkan akibat ke depannya.

Di pojok sebuah warung makan di sebuah kota kecil yang sedang berkembang, tampak beberapa remaja tanggung yang diantaranya ada yang telanjang dada. Para remaja pria itu tak menghiraukan orang-orang lalulalang di sekitar mereka. Diantara orang yang berlalulalang ada yang menatap aneh, kurang suka, ataupun bergidik.

Para remaja itu sedang apa ?
Mereka sedang membuat tato; gambar di tubuh. Tiga bilah jarum jahit dililit dengan benang untuk menyatukan jarum. Sementara itu dua butir obat sakit perut ‘norit’ berwarna hitam arang diseduh dengan air secukupnya diatas piring kecil untuk tinta pembuat tato.


Motif atau patron untuk gambar tato dilukis dengan menggunakan spidol permanen yang hanya bisa terhapus jika menggunakan minyak tanah, bensin, atau sejenisnya.

“Siapa yang mau duluan ?” tanya seorang diantara mereka yang tampaknya bertindak sebagai kreator tato.
Seorang yang sedari tadi sudah bertelanjang dada dan badannya sudah dilukis, pun duduk pasang badan.
“Sakit nggak ?” tanyanya sebelum jarum menghunjam dagingnya.
“Coba dan rasakan aja,” sahut temannya sembari tersenyum.


Hunjaman jarum pertama ke kulit yang menembus daging, membuat remaja tanggung itu meringis keras. Ia menyuruh temannya berhenti. Segelas minuman keras ia tenggak masuk ke perut. Ini ia maksudkan untuk mengurangi rasa sakit. Karena ia pikir dengan setengah mabuk, penderitaannya agak tak terasa.

Sang kreator tato kembali melanjutkan pekerjaannya. Hunjaman demi hunjaman jarum yang sudah dilumuri larutan tinta, terus mengikuti alur gambar patron di tubuh ‘pasiennya’.
Cukup lama memang pembuatan tato secara manual itu dilakukan, akhirnya selesai juga.
Sang kreator lega, si pasien merasakan perih di tubuhnya, namun air mukanya tampak lega juga.


Beberapa hari kemudian si pasien yang dibuatkan tato itu, menemui temannya sang kreator pembuat tato. Ia mengenakan celana panjang cuma berkaos oblong tanpa lengan. Seekor gambar kalajengking berwarna biru kini melekat di lengan kanannya. Ia ingin menunjukkan kalajengking itu kepada temannya. Ia juga ingin semua orang menatap ke lengan kanannya; menatap kalajengking itu dengan tatapan mata kagum dan berdecak. Kata ‘hebat’, inilah yang ingin ia dengar dari mulut tiap orang sesudah menatap kalajengking di lengan kanannya tersebut.

Setelah gambar seekor kalajengking melekat di lengannya, remaja tanggung itu hampir tak tampak lagi memakai baju atau kemeja yang menutup lengannya. Ia lebih suka berkaos oblong tanpa lengan, atau tak berbaju, bertelanjang dada jika berkumpul dengan teman-temannya yang juga sama memiliki tato dengan gambar kesukaan masing-masing. Selain kalajengking, ada tato bergambar kupu-kupu, kepala kelinci, naga, ular kobra, ada yang cuma sekedar tulisan sebuah nama, mungkin nama seseorang yang disukai atau dicintai.

Tato jaman dulu dan kini.

Para remaja tanggung itu tak pernah takut tato melekat di tubuh mereka. Karena mereka bukan remaja yang hidup di masa-masa Petrus (Penembak Misterius) bergentayangan mencari korban pria bertato. Mereka tak pernah risau jika bertato dicap sebagai anak-anak nakal dan brengsek seperti remaja jaman dulu; yang mana yang bertato identik dengan mantan narapidana yang pernah dihukum dan masuk penjara.

Kini tato tak cuma monopoli kaum pria, tapi juga wanita. Tak sedikit wanita yang menato bagian tubuhnya. Tato mereka anggap sebagai seni; lukisan, yang mana tubuh sebagai kanvasnya.

Jaman telah bergeser dan berganti. Sesuatu yang dulu dianggap tabu, kini dimaklumi dan diperbolehkan. Begitulah kiranya hukum alam yang terus berevolusi. Namun apapun itu, pasti ada yang pro dan kontra.

Tato bisa dijadikan sebagai ciri khas seseorang, sehingga kemudian identik dengan dirinya. Karena bertato maka seseorang akan mudah dikenali dan dicari. Misalkan saja ada beberapa orang bernama sama, biasanya untuk memudahkan panggilan; dicarilah sesuatu yang khas yang melekat pada sosok seseorang itu. Ada beberapa nama Udin di suatu lingkungan, maka terdapat beberapa panggilan nama Udin dengan tambahan di belakang namanya; Udin Nganga, Udin Ojek, Udin Codet, Udin Sedunia, tak ketinggalan tentunya Udin Tato.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.