Harga BBM Naik; Makin Memperkaya “Pelangsir” - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 30 Maret 2014

Harga BBM Naik; Makin Memperkaya “Pelangsir”

Pada 17 Juni 2013, dengan dalih untuk menjaga kestabilan APBN, Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dengan kenaikan harga BBM, yang terbayang di benak banyak orang adalah, semua harga kebutuhan akan ikut naik. Bahkan biasanya kenaikan harga berbagai kebutuhan itu lebih dulu daripada kenaikan harga BBM. Sementara itu upah dan gaji kerja tentu tak menyesuaikan dengan kenaikan berbagai harga kebutuhan itu. Dan akibatnya adalah; rakyat kecil makin merasakan dampak dari kenaikan BBM tersebut. Penghasilan mereka tak lagi cukup untuk membayar berbagai harga kebutuhan mereka setiap hari.

Harga BBM naik, penyalahgunaan tetap eksis.

Bagi beberapa wilayah kabupaten di propinsi Kalimantan Selatan dimana terdapat banyak usaha di bidang pertambangan, kenaikan BBM tak berpengaruh bagi para pelaku penyalahgunaan dan pencuri subsidi BBM. Dengan adanya mereka yang sudah semacam jaringan mafia itu, BBM terutama dari jenis Solar; akan tetap saja menjadi langka. Solar bersubsidi yang dipasok ke SPBU, diperuntukkan bagi konsumen umum (warga), lebih banyak mengalir ke tambang-tambang melalui tangan-tangan para pencuri subsidi.


Di wilayah Kalsel, para pencuri subsidi BBM untuk rakyat itu mendapat sebutan “Pelangsir”. Jumlah mereka ini puluhan di tiap SPBU, menggunakan kendaraan bermotor roda empat. Setiap hari pekerjaan para Pelangsir ini membeli Solar dalam jumlah banyak untuk dijual ke para pengumpul sebagai perantara ke tambang-tambang. Para pelangsir tersebut memarkir mobil mereka di sekitar SPBU, antri masuk berkali-kali membeli Solar.

Keberadaan petugas dari kepolisian di tiap SPBU yang dimaksudkan untuk menertibkan para Pelangsir, benar-benar melakukan tugasnya; yaitu membuat tertib para pelangsir agar jangan ribut, dan semua bisa dapat kebagian jatah. Bukan rahasia lagi, malahan oknum petugas juga ikut “bermain”. Entahlah apakah kondisi seperti juga terdapat di wilayah propinsi lainnya.

Buat apa kenaikan harga BBM bagi wilayah propinsi Kalsel. Adanya selisih harga yang semakin besar antara BBM bersubsidi dengan BBM industri, hanya akan menambah kaya para Pelangsir dan jaringannya. Jadi satu-satunya tindakan yang perlu diambil oleh Pemerintah adalah; mencabut subsidi BBM agar tak ada lagi penyalahgunaan dan penyelewengan subsidi. Urusan mau dipindahkan kedalam bentuk apa subsidi tersebut, silakan Pemerintah yang melaksanakannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.