Kompasiana Bukan Kendaraan Berbayar - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Minggu, 30 Maret 2014

Kompasiana Bukan Kendaraan Berbayar


Kompasiana adalah Media Warga yang dikelola oleh Grup Kompas Gramedia. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya. Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.

Kalimat diatas yang semula tidak ada di setiap halaman tulisan yang diposting, beberapa hari ini menjadi perhatian saya. Tak sekedar membacanya, namun juga menjadi memikirkannya. Karena terpikir perlu disebabkan tuntutan untuk menulis, dan menulis menyampaikan berbagai hal.

Mencermati serangkaian kata-kata, yang saya anggap semacam “warning” itu, maka saya berkesimpulan;

-Kompasiana sudah jelas sebagai sebuah wadah; rumah besar bagi siapa saja yang ingin masuk maupun sekedar mampir.

-Kompasiana jelas bukan sebuah kendaraan angkutan umum yang berbayar yang mana keamanan dan keselamatan penumpangnya dijamin dan ditanggung oleh pengendara dan pengelola kendaraan.

-Kompasiana bisa diibaratkan sebagai tempat penampungan gratis sekaligus rumah singgah bagi siapa saja. Mereka yang datang dipersilakan menentukan kamar tampatnya sendiri; memberinya nama sesuai keinginan sendiri.

-Tulisan tak ubahnya semacam menu santapan yang dibuat oleh masing-masing penghuni; disajikan diatas sebuah meja besar bersama menu santapan lainnya hasil buatan para penghuni lainnya. Baik para penghuni maupun mereka yang singgah dipersilakan menyantap dan mencicipi menu yang disajikan; menilainya, memberikan apresiasi, mencela dan menghinanya setelah menyantap dan mencicipi. Atau bisa juga mengamuk karena menu santapan mengakibatkan sakit, celaka dan sebagainya karena dalam bahan menu terdapat materi atau zat berbahaya. Dan si pembuat menu siap-siap bertanggung jawab sendiri karena buatannya tak layak dan pantas untuk dikonsumsi oleh umum.

-Pemilik dan pengelola rumah setiap saat memantau tiap menu yang disajikan di meja besar. Memeriksa tiap menu, mencicipinya, lalu memberikan apresiasi dengan beberapa predikat; HL, Highlight, Trending Article, dan lainnya.

-Pembuat menu santapan boleh dan berpuas diri dengan apresiasi dari pemilik dan pengelola rumah, juga dari para penghuni lainnya; itu saja, tanpa imbalan berupa materi. Jika ingin menjadikan menu agar dapat bertukar materi, silakan si pembuat menu menjajakannya sendiri keluar rumah. Atau syukur-syukur ada pengunjung yang mampir lalu kemudian tertarik dengan menu, dan membelinya.

Meski demikian, tampaknya penghuni rumah besar bernama Kompasiana ini; terus bertambah. Tentu saja bertambahnya penghuni dengan berbagai alasan masing-masing. Selain bisa menumpang secara gratis, kemungkinan bisa pula untuk memulai ketenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.