Orangtua Jaya, Anak Seperti Raja - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 10 Maret 2014

Orangtua Jaya, Anak Seperti Raja

Dulu ketika Dody dan Herma masih jaya dan sehat, apapun keinginan kedua anaknya selalu mereka turuti. Saat si sulung lulus SMA, minta dibelikan mobil untuk keperluan kuliah, Dody pun mengabulkannya. Entah dapat duit dari mana, mobil yang diinginkan anak sulungnya itu sudah berada di halaman rumah mereka. Padahal pekerjaan Dody hanyalah seorang PNS, Kepala Dinas di sebuah Pemkab.

Begitupun ketika si bungsu memasuki SMA, minta dibelikan sepeda motor yang lumayan mahal, Dody dan istrinya juga mengabulkannya.
Itu belum lagi benda pernak pernik lainnya serta pakaian dan sepatu yang harganya cukup mahal.



Itu dulu, lebih dari 2 dekade lalu. Dody telah meninggal beberapa tahun lalu. Hanya Herma istrinya, yang masih hidup, sudah loyo, penyakitan. Herma hanya menanti gaji dari pensiunan mendiang suaminya.
Rumah tempat tinggal keluarga Dody diambil alih dan ditempati anak mereka yang sulung yang sudah bekerja dan berkeluarga. Anak sulung Dody menjadi seorang ‘maketing’ alias makelar everything; apapun dia makelari. Namun kehidupan si sulung tampak makmur dan mapan dengan profesinya itu.


Herma, lebih banyak mengurusi cucunya di hari tua, yang mestinya ia nikmati dengan istirahat tanpa bekerja apapun. Tak cuma itu, Herma juga masih melakukan pekerjaan rumah tangga secara rutin. Meski putra sulungnya yang ia ikuti memiliki pembantu, Herma tetap saja bekerja di dapur, bahkan mencuci pakaian milik seluruh keluarga.
Kondisi Herma yang seperti ini tampaknya tak mendapat perhatian dari putra sulungnya, tetap dibiarkan.


Sebetulnya perlakukan keluarga putra sulungnya itu tak mengenakkan Herma. Ia ungkapkan perihal itu kepada beberapa tetangga dekatnya.
Menantu Herma pun nyaris tak menaruh perhatian terhadap kondisi Herma yang semestinya tak perlu bekerja apapun di hari tuanya itu. Bahkan tampaknya menantunya itu ‘enjoy’ melihat mertuanya seperti pembantu keluarga.
Memang tak salah bila banyak orang berkata, jika orangtua kaya dan jaya, anak-anaknya jadi seperti raja. Tapi bila si anak yang kaya, orangtuanya kebanyakan seperti pembantu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.