Partai Nasi Dingin, Partai Sembako dan Eceran - ISP68

Xticker

Merangkai Kata Merajut Asa

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung
Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Senin, 24 Maret 2014

Partai Nasi Dingin, Partai Sembako dan Eceran

“Sampeyan sekarang ikut partai, ya pak haji ?” tanya Mang Karim yang setiap malam begadang jadi Satpam di Pasar Induk Kabupaten.
“Lho Mang Karim ini masa dari dulu nggak tau kalau saya ini cuma maunya mengecer aja ogah jualan model partai,” sahut H. Subhan yang pedagang Sembako.
“Maksud saya bukan jualan model partai, tapi itu lho ikut kumpulan orang banyak seperti Partai Nasding (Nasi Dingin), Partai Golongan Kaya, Partai Bulan Bulanan, ataupun Partai Kebanyakan Banget,” ungkap Mang Karim menerangkan dengan gaya politikus kambuhan.
“Oh, saya kira model partai atau eceran dagangan,” ujar H. Subhan sambil terkekeh melihat gaya Mang Karim.




Selama ini H. Subhan tak perduli dengan segala macam partai. Ia lebih suka bersibuk diri mengurus dagangannya yang ia rintis sejak masih bujangan hingga ia berkeluarga dan memiliki 3 anak.
“Biarlah orang-orang pintar itu saja yang ikut partai, kita-kita ini lebih baik cari duit saja untuk masa depan anak-anak,” kata H. Subhan menyambut berbagai pertanyaan Mang Karim.
“Kalau Mang Karim sendiri sudah ikut partai apa belum ?” balik H. Subhan bertanya.
“Belum sih, tapi kemarin ada beberapa orang partai yang menawari bergabung, saya belum bersedia,” cerita Mang Karim.
“Kenapa, mikir apa ?” tanya H. Subhan lagi.
“Ikut partai itu kan gampang aja pak Haji, tapi ada duitnya nggak,” sahut Mang Karim tersipu.
“Iya juga sih. Kalau tak ada untungnya buat apa ikut-ikut partai,” kata H. Subhan.


Percakapan antara H. Subhan dan Mang Karim ini, rupanya menarik perhatian pak Ketua RT, pak Mukhtar.
“Wah asyik nih, lagi membicarakan apa, tampaknya serius,” tegur pak Mukhtar.
“Ini, Mang Karim sedang bahas-bahas partai,” ujar H. Subhan sambil menarik sebuah kursi untuk tempat duduk pak Mukhtar.
“Pemilu kan masih lama, entar aja dibahasnya, yang penting gunakan saja hak pilih sesuai hati nurani,” jelas pak Mukhtar.
“O begitu ya pak,” kata Mang Karim.
“Saya rasa begitu aja,” sahut pak Mukhtar.
“Ngomong-ngomong pak Mukhtar ini ikut partai mana ?” tanya Mang Karim tampak serius.
Sambil membetulkan letak pecinya pak Mukhtar menjawab,” kalau saya ikut partai yang bisa bikin enak saja.”
“Partai apa itu pak, biar saya juga ikut partai itu,” cetus Mang Karim penasaran.
“Ikut partai sembako aja, ikut pak H. Subhan supaya nggak beli sembako. eceran lagi,” kata pak Mukhtar sambil tergelak diikuti H. Subhan. Adapun Mang Karim bingung sesaat sebelumnya akhirnya ikut tertawa berderai, hahahaha………..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar singkat & padat.
Tak bernuansa SARA.
Tak membully.